Aktifitas Sekolah di Lombok Masih Difokuskan pada Proses Trauma Healing

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

233

LOMBOK — Meski aktifitas pendidikan di sejumlah sekolah terdampak gempa Lombok sudah mulai berlangsung di tenda darurat, tapi proses belajar mengajar belum sepenuhnya dilaksanakan pihak sekolah.

“Kalau aktifitas belajar mengajar seperti biasa belum dimulai. Aktifitas pelajar, terutama sekolah dasar, masih difokuskan pada kegiatan trauma healing pada anak,” kata Kepala Sekolah SDN 1 Desa Guntur Macan Lombok Barat, H. Sakirin, Kamis (6/9/2018).

Kegiatan trauma healing dilakukan pihak sekolah terhadap siswa antara lain diisi dengan kegiatan bermain dan bernyanyi yang bisa membuat siswa bisa senang dan tertawa.

Kepala Sekolah SDN 1 Desa Guntur Macan, Lombok Barat, H. Sakirin. Foto: Turmuzi

Langkah tersebut dilakukan, selain kondisi dan situasi proses pemulihan lingkungan sekitar yang memang belum sepenuhnya normal, dari sisi fasilitas juga masih sangat terbatas.

“Untuk bantuan tas, alat tulis dan seragam sekolah saja, baru tiga hari lalu didapatkan siswa, baik dari pemerintah melalui Bank BRI peduli maupun dari para donatur organisasi maupun perorangan,” katanya.

Sakirin menambahkan, selain dari pemerintah, bantuan keperluan pendidikan juga didapatkan dari para relawan Jogja, Lampung, Jawa Barat, ITS dan Malaysia.

Sementara itu, Yanti, orang tua salah satu siswa mengaku khawatir melihat anaknya pergi sekolah. Ia masih trauma dengan bencana gempa yang telah menghancurkan rumah, bangunan sekolah maupun bangunan lain.

“Masih trauma, makanya takut juga membiarkan anak sendiri pergi sekolah, makanya ikut temani anak ke sekolah. Gempa juga masih ada terjadi, meski skalanya kecil, tapi tetap khawatir,” katanya.

Padli, Anda dan Tomi, murid SDN 1 Guntur Macan Lombok Barat mengaku senang dapat sekolah kembali, meski di bawah tenda.

“Senang bisa sekolah dan bermain lagi, kita juga sering ditraktir es krim oleh bapak – bapak yang lewat di sekolah,” cerita Padli antusias.

Baca Juga
Lihat juga...