Anggota DPR: Bumdes Kembangkan Perekonomian Desa

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

141

MALANG — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Andreas Eddy Susetyo menyebutkan, sinergi antara Pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), perguruan tinggi, media dan masyarakat dirasa sangat penting dalam mendorong perekonomian desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDES). Mengingat anggaran yang dikucurkan pemerintah cukup besar.

“Selama empat tahun, sejak 2015 hingga 2018, pemerintah telah menggelontorkan 187 triliun untuk dana desa. Dimana setiap tahunnya terus meningkat,” ujarnya saat menghadiri diskusi publik yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya di Malang, Jumat (28/9/2018).

Menurut Andreas, saat ini pemerintah tengah mempertajam dalam pemanfaatan dana desa. Yang pertama adalah untuk mempercepat pengentasan kemiskinan sehingga desa yang memiliki penduduk miskin lebih banyak akan mendapatkan dana yang lebih banyak.  Selanjutnya adalah melanjutkan skema padat karya tunai.

“Untuk diketahui, pada 2018 dana desa minimal 30 persen harus digunakan untuk padat karya tunai. Artinya, pekerjaan di desa tersebut harus dilakukan oleh penduduk agar dana bisa berputar di desa. Sehingga diharapkan bisa meningkatkan daya beli sekaligus mengembangkan perekonomian di desa tersebut,” terangnya.

Jika perekonomiannya sudah berkembang, tidak perlu masyarakat belanja ke toko-toko modern, tetapi justru harus belanja di toko desa. Karena itulah kemudian peningkatan porsi pemberdayaan masyarakat desa melalui Bumdes, menjadi prioritas untuk dibentuk.

Berikutnya adalah penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia desa dan tenaga pendamping desa. Disinilah diperlukan pengoptimalan peran perguruan tinggi terutama yang ada di Malang.

Lebih lanjut disampaikan Andreas, Bumdes diharapkan bisa menjadi instrumen penguatan kedaulatan desa atau otonomi desa, yakni dengan mendorong masyarakat desa untuk mengembangkan potensi desanya, sesuai dengan kemampuan.

“Untuk itu diperlukan adanya sinergitas antara pemerintah, BUMN, akademisi, media dan masyarakat,” ucapnya.

Menurutnya, media memiliki peran penting, untuk memasyarakatkan dan mempromosikan termasuk menjadi katalisator untuk badan-badan usaha termasuk BUMN agar ikut membantu pengembangan desa melalui program CSR.

Sementara itu, CEO Bank Negara wilayah Malang, Wiwi Suprihatno mengatakan, BNI sebagai salah satu BUMN mengaku turut mendukung program pemerintah yang tengah fokus membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa.

Menurutnya, ada banyak keuntungan yang diperoleh dengan mendirikan Bumdes. Beberapa di antaranya adalah membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan perekonomian desa, mengoptimalkan aset desa yang berujung dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu kepala desa Pujon Kidul, Kabupaten Malang, Udi Hartoko menyebutkan, keberhasilannya mengembangkan desa melalui Bumdes Sumber Sejahtera tidak terlepas peran dari berbagai pihak. Menurutnya, selama ini masyarakat belum mengenali potensi diri dan desanya.

“Dari situ kita mulai sampaikan konsep desa wisata dan potensi-potensi yang ada yang kemudian kita buktikan karena masyarakat memang perlu bukti, sebelum mereka percaya,” katanya.

Selain itu jika ingin Bumdes mendapatkan dukungan dari masyarakat sehingga bisa berkelanjutan, bangunlah unit usaha yang memang menjadi kebutuhan.

Saat ini di desa Pujon Kidul memiliki enam unit usaha yakni unit usaha air bersih, keuangan yang bekerjasama dengan BNI 46 menjadi agen 46, wisata, pengolahan sampah, parkir dan pertanian.

“Saya sangat yakin jika prinsip pengelolaan anggaran tetap kita pegang yakni kooperatif, transparan dan akuntabel dengan melibatkan serta memberikan ruang kepada masyarakat dalam pembangunan desa maka, Bumdes di desa Pujon Kidul akan bisa berkelanjutan,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...