Anggota Posdaya Perlu Bantu Perajin Tingkatkan Kualitas

Editor: Satmoko Budi Santoso

161
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Nevi Zuairina/Foto: M. Noli Hendra

SOLOK – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), Nevi Zuairina, mengatakan, perlu untuk meningkatkan kualitas kerajinan yang ada di Sumatera Barat. Dengan target, hasil kerajinan bisa tembus ke pasar internasional.

Untuk mendorong hal itu, ia menilai Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) memiliki peran yang penting, untuk membantu anggota Posdaya yang bergerak di bidang kerajinan, supaya mampu meningkatkan kualitas kerajinan.

“Posdaya dinilai berperan dalam hal ini. Karena cukup banyak anggota Posdaya yang bergerak di bidang kerajinan. Kenapa hal ini saya tekankan, jika produk kerajinan tembus pasar internasional, maka masyarakat jadi untung. Karena dolar dalam kondisi tinggi, karena bertransaksi menggunakan dolar,” katanya, Rabu (12/9/2018).

Supaya kualitas lebih ditingkatkan, dalam waktu dekat Dekranasda akan memberikan pelatihan batik kepada perajin. Ia berharap dengan adanya kegiatan tersebut, dapat mendorong dan memberikan semangat kembali untuk UKM dan Posdaya.

“Tidak hanya soal kualitas, tapi dengan membaiknya kualitas, akan dapat menyelesaikan masalah-masalah sosial yang terjadi di masyarakat. Karena, usaha yang dijalani bisa bergairah,” ujarnya.

Menurutnya, jika tidak dilakukan pembinaan, maka naiknya dolar secara terus menerus, akan berdampak negatif bagi ekonomi masyarakat Indonesia.

Untuk itu, Nevi mengajak agar ibu-ibu yang menjadi anggota Posdaya ataupun tidak, jangan hanya meminta kepada suami. Akan tetapi, mampu berdiri dengan kaki sendiri, sehingga dapat menghasilkan usaha sendiri dan berpenghasilan sendiri.

“Ibu-ibu jangan hanya berdiam diri saja di rumah, ciptakanlah sesuatu dan rajin berkomunikasi dengan sekitar guna mempromosikan hasil karya kita. Sehingga kerajinan-kerajinan yang sudah kita buat dan kembangkan, bisa dikenal orang banyak,” ungkapnya.

Nevi mengimbau kepada seluruh anggota Posdaya dan UKM lainnya, jangan pernah sekalipun remehkan orderan yang jumlahnya sedikit. Tapi mulailah mencintai produk-produk sendiri, baik mahal atau murah.

“Pembinaan terus menerus perlu dilakukan agar usaha kecil menjadi menengah lebih tahu pasar yang berjalan. Termasuk packaging memakai produk asli sehingga orang akan tertarik,” tegasnya.

Nevi juga mengharapkan, Posdaya dan UKM lebih memperhatikan mix and match warna dalam pemakaian produk, barang dan harga harus konsisten. Jangan hanya tampil apa adanya. Karena hal itu akan bersaing dengan produk luar. Agar produk lebih dikenal, dan usahakan pakai produk sendiri di setiap kesempatan. Tunjukkan aku cinta produk sendiri.

Namun, ia juga mengakui, unggulnya Kota Solok dalam mempromosikan hasil karya anak daerah dengan menjadikan batik karya anak nagari untuk seragam pegawai.

“Kota Solok sudah dahulu melangkah satu langkah dari provinsi, kami pun tidak mau ketinggalan,” ucapnya kepada UKM dan Posdaya di Solok.

Untuk itu, ia berharap, Kota Solok dapat sesegera mungkin launching inovasi barunya, sehingga dapat memotivasi daerah-daerah lain. Serta memberitahukan bahwa nanti akan diadakan Posdaya Award, dalam waktu dekat.

Lihat juga...

Isi komentar yuk