Anggotanya di-OTT Jaksa, Ketua DPRD Minta Maaf

Editor: Mahadeva WS

190
Ketua DPRD Kota Mataram, Didi Sumardi/foto : Turmuzi

MATARAM – Ketua DPRD Kota Mataram, Didi Sumardi, meminta maaf kepada masyarakat atas kejadian Operasi Tangkap Tangan (OTT), salah satu anggota DPRD Kota Mataram oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram. Angota DPRD tersebut diduga terlibat korupsi dana rehabilitasi sekolah pasca bencana gempa.

Permintaan maaf tersebut disampaikan Didi, sebagai tanggapan dan respon ungkapan penyesalan atas perilaku anggota DPRD kota Mataram, yang dinilai telah menciderai perasaan masyarakat di tengah musibah gempa. “Atas nama DPRD Kota Mataram, saya menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat yang sudah pasti akan sangat kecewa, dan merasa terganggu dengan prilaku salah satu anggota Dewan yang melakukan praktik korupsi,” kata Didi, Senin (17/9/2018).

Didi menyebut, tindakan oknum anggota dewan tersebut, selain menciderai hati masyarakat, secara langsung juga merusak citra DPRD Kota Mataram, secara kelembagaan termasuk nama baik Pemkot Mataram. Didi mengaku, merasa berkepentingan menyampaikan respon atas kasus tersebut.

DPRD juga merasa terkejut atas kejadian tersebut, dan menganggapnya sebagai musibah bagi dewan. “Terkait OTT tersebut, DPRD Kota Mataram dalam posisi menghormati proses hukum berjalan oleh Kejaksaan dan tidak akan melakukan intervensi,” tegasnya.

Proses penanganan perkara dipastikan berjalan sebagaimana mestinya sesuai UU. DPRD Kota Mataram tetap akan berpegang pada prinsip kaidah hukum yang berlaku. Sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab terhadap kepentingan masyarakat. Dijamin kasus OTT yang menimpa oknum anggota dewan tersebut, tidak ada mengganggu kinerja DPRD Kota Mataram. Dipastikan, aktivitas di DPRD berjalan sebagaimana mestinya.

Sebelumnya, Kejari Mataram melakukan OTT terhadap salah satu anggota DPRD Kota Mataram bernama H. Muhir. Yang bersangkutan adalah, anggota Fraksi Partai Golkar. Muhir ditangkap, karena diduga melakukan korupsi dana bantuan rehab sejumlah sekolah di Kota Mataram pasca gempa.

OTT dilakukan saat Muhir tengah melakukan transaksi di salah satu rumah makan, di Kota Mataram, Jumat, 14 September 2018. Selain oknum anggota dewan, Kejaksaan juga menangkap Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram dan seorang kontraktor proyek rehabilitasi sekolah yang merupakan teman Muhir. Penangkapan ketiganya dilakukan saat sedang melakukan transaksi. Dari hasil OTT Kejaksaan mengamankan barang bukti berupa uang tunai senilai Rp30 juta di lokasi penangkapan.

Baca Juga
Lihat juga...