Angin Kencang, Harga Ikan Laut Melambung

Editor: Mahadeva WS

225

LAMPUNG – Kondisi cuaca buruk, didominasi angin kencang dan gelombang tinggi di perairan Lampung, mendorong nelayan tidak melaut. Kondisi tersebut, membuat harga jual ikan di pasar ikan higienis, Kalianda melambung tinggi.

Yuli (39), salah satu pedagang ikan di pasar ikan higienis, yang menjadi pusat pendaratan ikan (PPI) Kalianda menyebut, harga ikan yang naik terjadi untuk ikan perairan dalam, yang sering ditangkap nelayan di perairan Kalianda. Nelayan yang enggan melaut, menghindari angin barat yang melanda perairan wilayah tersebut. “Banyak nelayan tidak melaut, pedagang hanya memperoleh ikan dari tempat pelelangan ikan di wilayah pesisir Timur Lampung yang sedikit lebih tenang,” terang Yuli, Rabu (5/9/2018).

Harga ikan laut naik antara Rp5.000 hingga Rp10.000 per kilogram. Harga ikan yang mengalami kenaikan diantaranya, ikan Simba naik Rp10.000 per kilogram menjadi Rp50.000 perkilogram. Harga ikan Tongkol naik dari Rp25.000 menjadi Rp30.000 per kilogram.

Ikan Tengkurungan naik dari Rp27.000 menjadi Rp30.000 per kilogram, ikan Lapeh naik dari Rp30.000 menjadi Rp35.000 per kilogram dan ikan Kuniran naik dari Rp30.000 menjadi Rp40.000 per kilogram. Berbagai jenis hasil laut seperti cumi-cumi naik dari Rp30.000 menjadi Rp40.000 perkilogram. Udang vanamei naik dari Rp50.000 menjadi Rp60.000 per kilogram.

Nelayan di dermaga Bom Kalianda memilih istirahat saat kondisi angin kencang [Foto: Henk Widi]
Kenaikan harga ikan disebabkan, harga di tempat pelelangan sudah naik. Pedagang ikan menetap di pasar ikan higienis, harus bersaing dengan sejumlah pedagang ikan keliling (pelele) untuk mendapat dagangan.

Pedagang lainnya, Usman (40) menyebut, naiknya harga ikan laut membuat Dia memilih menambah stok ikan air tawar. Ikan air tawar yang disediakan diantaranya bawal, lele, ikan emas, dan ikan nila. Beberapa udang tambak jenis windu bahkan dijual bersama dengan ikan bandeng yang tidak terpengaruh dengan hasil tangkapan nelayan.

Ikan air tawar hasil kolam dan budidaya tambak dipasok dari wilayah Kecamatan Sragi dan Ketapang. “Beberapa konsumen ada yang tidak menyukai ikan air laut sehingga memilih ikan air tawar sehingga tetap saya sediakan,” jelas Usman.

Usman membenarkan, ikan laut mengalami kenaikan berkisar Rp5.000 hingga Rp10.000 per kilogram. Usman menyebut, di pasar ikan higienis saat kondisi hasil tangkapan ikan laut melimpah, ada 30 pedagang yang berjualan, sementara saat hasil tangkapan turun hanya ada 15 pedagang yang berjualan.

Sobri, salah satu nelayan di dermaga Bom Kalianda menyebut, sudah hampir sepekan ia tidak melaut. Angin kencang mendorongnya, berhenti melaut sementara. Selain membahayakan keselamatan, dalam kondisi cuaca buruk nelayan kesulitan mendapatkan ikan. Sejumlah nelayan bagan congkel bahkan terlihat hanya mengisi waktu istirahat dengan memperbaiki jaring dan pancing.

Baca Juga
Lihat juga...