Anies Tegaskan Pentingnya Sarana Transportasi Terintegrasi

Editor: Satmoko Budi Santoso

202

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, kembali menjajal moda transportasi Light Rapid Transit (LRT) dari Statiun Velodrome Rawamangun menuju statiun Kelapa Gading, Rabu (12/9/2018).

Usai mencoba LRT dia pun memberikan catatan khusus yang harus dievaluasi. Dia berharap, seluruh proses konstruksi pembangunan LRT tahap 1 dapat sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

On quality juga on budget, sehingga tiga kriteria utama setiap kita membangun sesuatu adalah on schedule on budget on quality mudah-mudahan semuanya bisa tercapai,” kata dia di LRT di Statiun Velodrome, Jakarta Timur, Rabu (12/9/2018).

Namun dia mengaku saat mencoba LRT tersebut sudah merasakan lebih baik dari percobaan sebelumnya.

“Tadi saya mencoba merasakan Alhamdulilah, keretanya berjalan dengan baik,” ujarnya.

Kemudian dia menekankan pentingnya pembangunan transportasi LRT Jakarta yang terintegrasi dengan seluruh proses konstruksi pembangunan moda transportasi yang ada di DKI Jakarta.

“Pembangunan transportasi semacam ini harus benar-benar terintegrasi dengan semua konstruksi yang sedang berjalan di Jakarta. Jadi, kita harus memastikan pembangunan ini tidak menimbulkan masalah di kemudian hari, perlu duduk bersama semuanya lalu diputuskan sama-sama. Jadi dari stasiun velodrome ini kita akan pastikan tersambung dengan BRT yang lokasinya tidak jauh dari sini. Dengan begitu, warga Jakarta yang menggunakan kendaraan umum bisa berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain,” jelasnya.

Kemudian, kata Anies, setiap moda transportasi yang dibangun, baik LRT, MRT, maupun BRT, mampu memunculkan interaksi antarwarga.

“Ini dari awal kita sampaikan bahwa alat transportasi lebih dari sekadar memindahkan badan atau penduduk, tapi ini adalah alat interaksi antarwarga. Karena itu LRT, MRT, BRT rancangannya, termasuk stasiunnya, haltenya, harus memungkinkan munculnya interaksi antarwarga,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Utama LRT Jakarta, Allan Tandiono, menyampaikan, uji operasi terbatas telah dilaksanakan dengan lancar. Beberapa catatan yang disampaikan Gubernur Anies kepada dirinya menjadi perhatian untuk dapat dievaluasi dalam penyelesaian proses pembangunan LRT Jakarta.

“Pak Gubernur DKI memberikan catatan, di Stasiun Boulevard Utara, kami spesifik perhatikan ada jeda antara gerbong dan peron. Karena itu juga penting bagi Pemprov DKI dan LRT Jakarta bahwa jedanya itu harus pas agar para penyandang disabilitas merasa nyaman menggunakan kereta ini. Nanti kita akan lengkapi di laporan nanti diuji operasional terbatas ini,” jelas Allan.

Hadir pula Kadishub DKI Jakarta Andri Yansyah dan Walikota Jakarta Timur M Anwar.

Diketahui, perjalanan dengan LRT dari Stasiun Kelapa Gading menuju ke Stasiun Rawamangun, Jakarta Timur, hanya ditempuh sekira 13 menit dengan kecepatan 40 km/jam dengan jadwal pemberangkatan setiap 20 menit. Uji coba terbatas tahap I ini akan berakhir pada tanggal 14 September 2018.

Ada pun sejumlah ketentuan dalam masa uji coba ini. Di antaranya terkait waktu uji operasi terbatas antara pukul 14.00-17.00 WIB setiap hari. Lintas uji operasi terbatas sepanjang 4 km, dari Stasiun Boulevard Utara ke Stasiun Velodrome dan sebaliknya. Serta kelengkapan marka kilometer sepanjang lintasan.

Baca Juga
Lihat juga...