AP I Bandara SAMSS Balikpapan Kirim Bantuan ke Palu

Editor: Koko Triarko

253
BALIKPAPAN – PT Angkasa Pura I (Persero) cabang Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, melakukan gerak cepat mengirimkan barang dan makanan senilai Rp23.990.000, menyusul terjadinya bencana gempa dan tsunami di Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah, pada Jumat petang (28 /9/).
General Manager PT Angkasa Pura I (Persero), Farid Indra Nugraha, turut prihatin atas bencana ini. “Kami peduli kepada korban bencana gempa dan tsunami yang terjadi di Sulawesi Tengah. Sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab, manajemen PT Angkasa Pura I (Persero) memberikan bantuan barang dan makanan, agar langsung dimanfaatkan,” katanya, Minggu (30/9/2018).
General Manager PT Angkasa Pura I (Persero), Farid Indra Nugraha
Ada pun bantuan yang diberikan sebanyak 170 koli, yakni makanan 150 koli dan 20 koli popok. “Ini baru tahap pertama, karena masih ada tahap selanjutnya, kami masih tunggu jika ada pesawat lagi untuk alokasi bantuan ke Sulawesi Tengah,” ujar Farid.
Bencana gempa yang terjadi di Kota Palu dan Kabupaten Donggala mengakibatkan  penerbangan menuju Palu, ditutup sementara, mulai Sabtu (28/9).
Upaya manajemen PT Angkasa Pura I (Persero) Balikpapan dengan membuka Posko Monitoring Bencana yang berada di area keberangkatan Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan.
Sementara itu, Basarnas Kaltim dan Kaltara mengirimkan tim yang akan membantu penanganan bencana gempa di Kota Palu, maupun Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Tim terdiri dari Kantor SAR Balikpapan, tenaga medis, instansi, relawan maupun jurnalis.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan, Gusti Anwar Mulyadi, mengatakan, tim telah menuju Palu melalui Dermaga Somber Balikpapan, pada Sabtu (29/9). Tim akan bergabung dengan Basarnas dari Palu, Makassar, Kendari, Gorontalo maupun Sorong.
Menggunakan KM Wisanggeni, tim juga membawa obat-obatan dan alat bedah yang akan digunakan untuk membantu korban luka-luka. Tim juga membawa logistik makanan serta kantong mayat.
Termasuk peralatan extralasi (Colappse Structure Search & Rescue), juga dibawa yang akan digunakan oleh Rescuer, yang akan menyisir dan mencari korban di seluruh wilayah terdampak gempa bersama Tim Basarnas dari daerah lain.
Baca Juga
Lihat juga...