APBD Perubahan Balikpapan 2018, Naik 4,9 Persen

Editor: Satmoko Budi Santoso

325

BALIKPAPAN – Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2018 Kota Balikpapan diproyeksi naik sebesar 4,9 persen atau Rp110 miliar menjadi Rp2,3 triliun. Dan APBD murni 2018 ditetapkan sebesar Rp2,2 triliun.

Proyeksi kenaikan APBD Perubahan 2018 tersebut berdasarkan Nota Kesepakatan tentang Kebijakan Umum Perubahan APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUPA – PPAS) 2018 pada sore ini (24/9/2018) ditandatangani oleh Pemerintah Kota dan DPRD Balikpapan.

Rapat Paripurna dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Sabaruddin Panrecella dan Wakil Ketua 1 DPRD Balikpapan Syarifuddin Odang. Rapat pun sempat molor selama 2 jam yang dijadwalkan pukul 13.00 wita menjadi 15.00 wita.

“KUPA-PPAS 2018 ini sudah disampaikan ke fraksi dan rencananya besok (25/9) hasil dari rapat setiap fraksi akan disampaikan melalui pandangan umum,” ungkap Sabaruddin.

Dari proyeksi, Pendapatan Daerah mengalami kenaikan dari Rp2,161 triliun menjadi Rp2,184 triliun yang bersumber pada pajak dan retribusi daerah serta dana perimbangan serta pendapatan lain yang sah. “Tidak mudah menyusun anggaran perubahan ini karena pembahasannya memang agak terlambat,” ucapnya.

Menurutnya, APBD Perubahan lebih difokuskan kepada penanganan banjir. Namun pihaknya tidak menyebutkan besaran anggaran yang diusulkan di perubahan. Meski diakui tak semua usulan mengenai persoalan yang kerap dihadapi masyarakat itu bisa terakomodir.

“Anggaran yang dimiliki sangat terbatas, ini pun sudah upaya maksimal kami bersama pemerintah kota untuk mengatasi. Tidak bisa semua dipaksakan untuk diakomodir dan angkanya pun tak signifikan,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi meyakini, proyeksi bisa tercapai karena telah melalui perhitungan.

“Optimistis walau tersisa 3 bulan lagi waktu efektif Tahun Anggaran 2018 habis. Maka, diharapkan Tim Anggaran Pemerintah Daerah, Badan Anggaran DPRD dan OPD segera menindaklanjuti sampai penetapan Perda APBD Perubahan,” tegasnya.

Rizal mengatakan, situasi ekonomi kini, sektor pajak yang proyeksinya pada APBD Perubahan menurun 0,30 persen atau sebesar Rp491,11 miliar dari Rp492,61 miliar di APBD murni 2018.

“Banyak wajib pajak yang minta keringanan seperti pengusaha hotel dan restoran. Sedangkan untuk defisit yang sekitar Rp90 miliar ditutup dari peningkatan pendapatan,” tutup Rizal Effendi.

Baca Juga
Lihat juga...