Asian Games Usai, Salurkan Energi Positif Asia untuk Lombok

205

JAKARTA — Sempat diwarnai siraman hujan lebat, pesta olahraga Asia Games 2018 secara resmi ditutup oleh Presiden Komite Olimpiade Asia (OCA) Sheikh Ahmad Al-Fahad Al-Sabah, disaksikan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, Minggu (2/9/2018).

Dengan padamnya secara perlahan api obor di kualdron yang menyala sejak 18 Agustus lalu, maka usai pula pesta olahraga terbesar sejagat setelah Olimpiade itu.

“Terima kasih Indonesia, kalian hebat. Kami cinta kalian,” kata Al-Sabah dalam bahasa Indonesia yang mendapat sambutan riuh dari puluhan ribu penonton yang berada di stadion bersejarah itu.

Al-Sabah, pria asal Kuwait itu, dalam pidatonya berdurasi sekitar delapan menit itu menegaskan bahwa dengan suksesnya Jakarta sebagai tuan rumah Asian Games 2018, ia yakin Indonesia punya kemampuan untuk menjadi tuan rumah event yang lebih besar.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras, termasuk polisi lalu lintas dan para relawan. Kalian adalah duta Indonesia dan telah telah membuat energi Asia menjadi sebuah kenyataan. Sampai jumpa di Hangzhou 2022,” kata Al-Sabah.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam sambutannya mengatakan bahwa meski Asian Games berakhir, tapi semangat dan energi Asia tidak akan berhenti dan akan selalu tumbuh.

“Saya ikut merasakan kebersamaan, inilah energi Asia yang sesunguhnya, bersatu membawa kebagikan bagi dunia,” kata Jusuf Kalla yang juga didampingi oleh Ketua Inasgoc Eric Thohir, Menpora Imam Nahrawi dan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.

Dalam pidato sekitar delapan menit, Kalla juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat, mulai dari segenap pimpinan cabang olahraga, pimpinan tiga daerah tuan rumah, yaitu DKI Jakarta, Sumatera Selatan dan Jawa Barat, sponsor dari dalam dan luar negeri, BUMN , media serta relawan.

“Secara khusus saya mengucapkan terima kasih kepada volunteer, tanpa partisipasi Anda semua, Asian Games akan jauh dari sempurna, terima kasih juga kepada para jurnalis yang sudah menyiarkan semua pertandingan sehingga bisa dinikmati di seluruh dunia,” katanya menambahkan.

Upacara penutupan yang juga dihadiri oleh Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach itu diawali dengan parade puluhan pesilat berseragam putih dengan penutup kepala merah beraksi di hadapan ribuan penonton yang memadati stadion bersejarah itu.

Di bawah guyuran hujan yang tak berhenti sejak sore, para pesilat dari ISBI Jaya Pencak Silat itu menampilkan berbagai gerakan bela diri asal Indonesia.

Cabang olahraga pencak silat tampil sebagai cabang penyumbang emas terbanyak untuk kontingen tuan rumah dan ikut mendongrak posisi di empat besar klasemen, yaitu menyumbangkan 14 dari total 31 medali emas yang diraih secara total.

Berbeda dengan upacara pembukaan dengan tujuan utama memperkenalkan Indonesia ke mata internasional, maka upacara penutupan lebih menonjolkan tema Asia, energi Asia, sebagaimana tema besar Asian Games 2018.

Untuk alasan itu pula lah, Inasgoc memilih untuk mendatangkan grup musik yang sedang digandrungi tidak hanya di Indonesia, tapi juga Asia, yaitu Super Junior dan iKon asal Korea Selatan.

Selain itu, juga ada juga penyanyi asal India, Siddarth Slathia, serta sederetan artis dan musisi lokal seperti Gigi, Denada, Siti Badriah, Winky Wiryawan, Jevin Julian, Bunga Citra Lestari, JFlow, Dira Sugandi, Isyana Sarasvati, Alffy Rev, Ade Gofinda, Irfan Samsons, Afgan, RAN, dan onFrame.

Upacara penutupan pun benar-benar lebih difokuskan kepada acara hiburan untuk semua yang tumpah ke Komplek Gelora Bung Karno, mulai dari penonton umum, atlet, ofisial, panitia, media dan relawan yang jumlahnya belasan ribu.

Ajang penutupan juga menjadi sarana bagi atlet dari 11.423 dari 45 negara untuk saling berkenalan setelah fokus kepada pertandingan untuk menjadi yang tercepat, terkuat dan tertinggi.

Seperti umumnya upacara penutupan sebuah multi event, mulai dari tingkat PON sampai Olimpiade, seluruh atlet yang ikut parade tidak lagi bergabung dengan rekan senegara, tapi berdasarkan cabang olahraga, sehingga mereka pun akan bergabung dengan atlet dari negara lain.

Untuk Lombok Salah satu bagian yang paling menarik dari upacara penutupan tersebut adalah pesan yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo yang sedang berada di Lombok karena sedang meninjau kondisi korban gempa.

Dalam pesannya yang disampaikan melalui layar lebar, Presiden menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia yang telah membuat pelaksanaan Asian Games 2018 berlangsung sukses.

“Sukses Asian Games ini membuat bangsa kita semakin maju dan besar. Kirimkanlah energi positif Asia agar masyarakat Lombok kembali pulih,” kata Joko Widodo yang saat berbicara didampingi oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat Zainul Majdi.

Secara khusus Joko Widodo menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh atlet Indonesia yang telah berhasil memperlihatkan prestasi membanggakan, yaitu prestasi tertinggi yang pernah dicapai di pentas Asian Games.

“Inilah pencapaian tertinggi Indonesia di Asian Games. Capaian ini akan jadi bagian penting dalam sejarah dan jadikanlah moment ini untuk mempersatukan bangsa,” katanya menambahkan.

Derita sebagian masyarakat Lombok akibat gempa berkekuatan 7 skala Richter yang terjadi beberapa waktu lalu, juga menjadi perhatian para atlet Indonesia karena terjadi hanya beberapa hari sebelum pesta Asian Games 2018 dibuka secara resmi pada 18 Agustus lalu.

Simpati diantaranya datang dari Jonatan Christie, idola baru dari cabang bulutangkis yang tampil sebagai juara tunggal putra. Sebagai juara, Jojo, panggilan akrab Jonathan berhak atas bonus sebesar Rp1,5 miliar dari pemerintah.

“Bonusnya ada yang mau ditabung, sebagian lagi dibagi-bagi, untuk tim support yang dari awal sebelum Asian Games sudah banyak membantu saya. Saya juga ingin menyisihkan untuk keluarga dan orang-orang yang membutuhkan seperti korban gempa di Lombok. Saya mau membagi berkat yang Tuhan bagi ke saya,” katanya.

Selain Jojo, pelatih bulutangkis ganda putra Herry Iman Pierngadi dan peraih emas cabang silat di nomor ganda putra Yola Primadona dan Hendy, juga mempersembahkan kemenangan untuk masyarakat Lombok.

“Terima kasih atas dukungannya, supporter Indonesia. Saya bangga pada kalian. ‘All Indonesia Final’ ganda putra Asian Games 2018 saya persembahkan untuk masyarakat Lombok yang terkena gempa,” tulis pelatih Herry lewat akun instagramnya @herry_ip.

Pesta olahraga terbesar Asia itu memang telah usai dan kontingen tuan rumah mampu mencapai prestasi yang melebihi target, yaitu berada di peringkat keempat dengan total 31 emas, padahal target semula hanyalah sepuluh besar.

Semoga seusai pesta yang menguras anggaran negara sebesar Rp30 triliun, termasuk untuk pembangunan infrastrutur di Jakarta dan Palembang itu, perhatian semua pihak akan kembali kepada masyarakat Lombok yang terpaksa berlindung di barak pengungsian dan masih membutuhkan uluran tangan. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...