Asian Para Games 2018, Jakarta Pastikan Diri Ramah Disabilitas

Editor: Mahadeva WS

210

JAKARTA – Persiapan penyelenggaraan Asian Para Games 2018, sudah 100 persen. Keperluan atlet, baik venue pertandingan maupun kebutuhan lain, tidak jauh berbeda dengan Asian Games 2018.

“Alhamdulillah kita baru saja tuntas dengan Asian Games, dan langsung bersiap-siap untuk Asian Para Games, kita secara Infrastruktur masih harus menata, kalau dari sisi tanggungjawab Pemprov DKI, kami menyiapkan seperti Asian Games,” kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Rabu (5/9/2018).

Dia  memastikan, atlet tepat waktu sampai ke lokasi pertandingan atau venue seperti pada penyelenggaraan Asian Games 2018. “Kali ini jumlahnya tidak sebanyak ketika Asian Games, dan kita ingin memastikan, sekarang lagi proses, bahwa fasilitas kita semuanya ramah bagi para penyandang disabilitas,” ungkap Anies.

Orang nomor satu di DKI tersebut menuturkan, hingga kini Pemprov DKI sedang melakukan audit, terhadap kawasan-kawasan yang akan digunakan untuk atlet Asian Para Games agar ramah disabilitas. “Kalau secara umum, kesiapan kita sudah kemarin, tinggal meneruskan saja,” tandasnya.

Pemprov DKI Jakarta juga memastikan, fasilitas yang ada semuanya akan ramah bagi para penyandang disabilitas. Harus diimbangi dengan kesadaran, pentingnya kesetaraan akses bagi setiap warga apapun kondisinya. Anies meminta, jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI, memanfaatkan momentum Asian Para Games untuk membenahi fasilitas yang dinilai belum ramah disabilitas.

“Menjadikan momentum ini bagi pemerintah daerah SKPD dan BUMD untuk memastikan seluruh fasilitasnya adalah fasilitas yang ramah bagi penyandang disabilitas. Ketiga, adalah fasilitas-fasilitas umum menjadi fasilitas yang ramah disabilitas dan gedung-gedung fasilitas perkantoran komersial mari kita sama-sama jadikan momentum para games untuk kita memperbaiki fasilitas kita agar bisa diakses oleh siapa saja,” tuturnya.

Anies tidak ingin, Jakarta sebagai tuan rumah Asian Para Games terlihat oleh mata dunia tidak ramah disabilitas. Asian Para Games bukan saja soal olahraga, namun juga kesetaraan berkewarganegaraan. “Jangan lewatkan Para Games ini semata-mata sebagai sebuah kegiatan olah raga. Tapi manfaatkan ini sebagai momentum untuk mengubah apa yang menjadi kebiasaan kita yang sering menganggap bahwa hanya untuk masyarakat umum, tapi penyandang disabilitas tak terfasilitasi, itu harus diubah. Jadi itu yang ingin kita lakukan,” tuturnya.

Asian Para Games 2018 akan digelar pada enam hingga 13 Oktober 2018. Kegiatannya akan mempertandingkan 18 cabang olahraga antara lain, panahan, lari, bulu tangkis, bola gawang, catur, balap sepeda, judo, menembak, renang, tenis meja, anggar, bola voli dan bola basket. Asian Para Games 2018 akan diikuti oleh 41 negara National Para Olimpic, dengan total jumlah atlet sebanyak 2.800 orang, 1.800 official dan diliput oleh 500 media baik dalam maupun luar negeri.

Baca Juga
Lihat juga...