Atraksi Memintal Benang Meriahkan Festival Tiga Gunung di Lembata

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

385

LEWOLEBA — Sekitar seribu pelajar menggunakan Tenue atau alat pemintal kapas menjadi benang di tangan berbaris di sepanjang jalur di puncak Bukit Cinta memperagakan proses memintal kapas yang biasa dilakoni masyarakat Lembata.

“Ini baru pertama kali digelar festival tiga gunung dan ini akan terus digelar dan menjadi brand untuk menarik sebanyak mungkin wisatawan ke Lembata,” ujar Bupati Lembata, Eliance Yentji Sunur, Minggu (23/9/2018).

Tiga gunung berapi aktif yakni Ile (Gunung) Lewolotok, Ile Batutara dan Ile Werung dengan keunikan tersendiri menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Lembata.

Gunung Batutara menjadi salah satu destinasi andalan, kata Yentji, sebab gunung api aktif ini selalu meletus setiap 20 menit sekali dengan mengalirkan lava ke laut. Wisatawan bisa menikmati fenomena alam ini dari atas kapal dengan jarak hanya 50 meter.

“Dalam Anugerah Pesona Indonesia 2017 lalu, gunung ini meraih medali perak kategori wisata alam terunik,” terangnya.

Sedangkan gunung Lewotolok memiliki kawah di puncak yang berpasir putih dan luas.

“Masyarakat sering bermain bola di kawah gunung tersebut dan nanti kami akan melaksanakannya saat acara festival,” ungkapnya.

Gunung Ile Werung juga memiliki keunikan dimana terdapat gua dan banyak sarang burung walet di dalamnya, dimana gua ini ada terowongan yang panjang dan menembus hingga ke pantai.

Bupati Lembata Eliance Yentji Sunur (kiri) saat pembukaan Festifal Tiga Gunung.Foto : Ebed de Rosary

Susan salah seorang peserta memintal kapas yang ditemui Cendana News saat pembukaan acara mengaku senang dapat mengikuti dan terlibat dalam atraksi pintal kapas menjadi benang, sebab banyak sekali masyarakat yang hadir menyaksikan acara ini.

Bersama 100 siswa SMAN2 Lewoleba, Susan terlihat mengenakan pakaian adat dari tenun ikat Lembata, memegang alat pemintal kapas dari kayu dan bergerak mengikuti irama dari seorang pemandu di ketinggian bukit.

“Pemerintah diharapkan selalu mengadakan acara ini agar berdampak kepada perekonomian masyarakat, seperti penjual kuliner dan souvenir. Selain itu, jalan ke destinasi wisata perlu ditata agar wisatawan merasa nyaman,” pintanya.

Selama sembilan hari penyelenggaraan, hingga 29 September 2018 diadakan berbagai even dan kegiatan, seperti menyaksikan keunikan gunung Batutara, mendaki gunung Lewotolok, Ile Werung, festival paralayang dan pelepasan tukik.

Juga ada festifal payung, mengunjungi kampung tengkorak, menyaksikan atraksi penangkapan ikan paus di Lamalera, NTT fashion carnival, Lembata Youth Music dan Film Festival serta volcano foot ball exhibition atau bermain bola di kawah gunung berapi.

Baca Juga
Lihat juga...