Banjir Solok, Pemprov Agendakan Normalisasi Sungai

Editor: Mahadeva WS

192

SOLOK – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengupayakan pengerukan, dan normalisasi aliran sungai Batang Lembang di Kabupaten Solok. Hal itu, untuk mencegah banjir kembali melanda daerah tersebut.

Sebelumnya, banjir melanda daerah Nagari Muaro Paneh, pertengahan pekan lalu. Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno menyatakan, pemprov bersama Pemkab Solok, tidak mungkin berdiam diri dengan kejadian tersebut. Terkait normalisasi, Sungai Batang Lembang tersebut, pemerintah akan tindaklanjuti segera.

Irwan mengatakan, akan segera menggelar rapat membahas rencana normalisasi, dan pengerukan tersebut. Kegiatan akan melibatkan Balai Besar Wilayah (BBWS) Sungai Sumatera V, Dinas Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) Sumbar, dan Pemkab Solok. “Kita akan rapat dengan PSDA, Balai, dan Pemkab untuk ini, sebagai tindak lanjut dari peninjauan yang dilakukan. Kita akan upayakan agar tidak terjadi lagi, banjir di daerah ini,” ujar Irwan, Senin (10/9/2018).

Persoalan kebutuhan normalisasi muncul, setelah adanya pemaparan dari Wali Nagari Muaro Paneh, Ferry Effendi, kepada Gubernur Sumbar dan Bupati Solok. Banjir tersebut menjadi yang terparah sejak 1982 silam.  Pada hari kejadian, aliran Batang Lembang mendadak meluap, membanjiri lahan pertanian dan permukiman warga yang memang tidak siap dengan bencana. “Banyak kerugian masyarakat seperti alat rumah tangga, alat-alat elektronik, pakaian sekolah, dan sebagainya karena tidak sempat mengamankannya,” tandas Ferry.

Ferry menyebut, luapan sungai terjadi karena pendangkalan dasar sungai Batang Lembang. Pendangkalan tersebut, telah terjadi sejak aliran sungai di Nagari Kinari sampai ke hilir. Atas dasar itu, mewakili warganya, Ferry, menyampaikan harapan agar pemprov atau pemkab dapat melakukan normalisasi. “Kami sangat mengharapkan normalisasi ini bisa dilakukan,” tegasnya.

Asisten Koordinator Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten II), Sekretariat Daerah Kabupaten Solok, Aliber Mulyadi mengatakan, banjir luapan Sungai Batang Lembang dan Batang Halim, melanda empat dari lima Nagari yang ada di Kecamatan Bukik Sundi.

Selain berdampak terhadap 1.830 warga Nagari Muaro Paneh, dan 1.739 warga Nagari Kinari, banjir juga menyebabkan kerusakan sejumlah fasilitas umum, dan infrastruktur. Kerusakan tersebar di Nagari Parambahan, Nagari Kinari, dan Nagari Dilam. Di Nagari Parambahan, banjir menyebabkan jalan di Jorong Balai longsor. Sedang di Nagari Kinari, banjir menyebabkan terbannya tebing sungai sepanjang 750 meter longsor, juga terjadi penumpukan sedimentasi di dalam aliran sungai sepanjang 2000 meter.

Tembok penahan saluran sepanjang 15 meter di Bandar Halim juga roboh, dan saluran irigasi sepanjang 75 meter di Bandar Lelo juga jebol. “Lalu di Nagari Dilam, banjir menyebabkan jebolnya empat unit bendungan dan 600 meter saluran irigasi rusak,” sebutnya.

Pada kesempatan yang sama, juga dilakukan penyerahan bantuan uang dari Baznas Sumatera Barat, sebesar Rp60 juta. Bantuan diberikan kepada sembilan rumah yang rusak akibat banjir, keluarga dari dua warga yang meninggal karena shock akibat banjir. Serta bantuan untuk, orangtua bayi yang kini dirawat di rumah sakit umum daerah. Bantuan yang diserahkan tidak hanya dari Baznas, tetapi juga ada dari Dinas Sosial Sumatera Barat, berupa 30 karton mie instan, dan 30 karton air mineral kemasan.

Baca Juga
Lihat juga...