Bank NTB Remi Menjadi Bank Syariah

Editor: Mahadeva WS

140

MATARAM – Bank Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi dikonversi menjadi Bank Syariah. Perubahan status tersebut diharapkan bisa memberi warna, dan menjadi harapan baru bagi masyarakat untuk mewujudkan transaksi keuangan perbankan yang berkeadilan.

“Konversi Bank NTB menjadi bank syariah, diharapkan bisa menjadikan NTB sebagai pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia, bahkan dunia,” kata Gubernur NTB Zainul Majdi, Kamis (13/9/2018).

Setelah dilakukan konversi dari konvensional, jajaran Bank NTB diminta secara maksimal mengembangkan lembaga tersebut, agar apa yang menjadi harapan masyarakat bisa terwujud. Bagaimana meningkatkan kualitas layanan, produk layanan.

Termasuk pinjaman yang bisa diberikan kepada masyarakat, harus lebih baik dan berkualitas dibandingkan dengan bank lain. “Paling penting praktik syariahnya benar-benar diimplementasikan secara baik dan benar, seperti sistem bagi hasil, sebagai daya tarik dan kelebihan tersendiri Bank NTB Syariah dibandingkan bank lain,” tandasnya.

Majdi menekankan, pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat, melalui sistem pengelolaan keuangan, yang dilakukan secara transparan dan akuntabel. Manakala hal itu bisa diwujudkan, Bank NTB Syariah akan tumbuh lebih maju. NTB patut bersyukur, masyarakatnya yang selain menjunjung tinggi budaya dengan keragamannya, masih mampu memegang teguh nilai keagamaan kuat.

Hal itu bisa menjadi modal untuk implementasi pembangunan ekonomi. “Melalui perbankan syariah, bagaimana menghadirkan ekonomi yang tidak hanya tumbuh, tapi memberikan keadilan bagi semua masyarakat, muslim maupun non muslim,” tandasnya.

Konversi Bank NTB menjadi syariah bagian dari upaya membangun wisata halal serta pengembangan peternakan halal. Ketika kedua sektor tersebut menggeliat, maka sudah ada lembaga keuangan syariah yang bisa menjadi penyedia jasa, serta menyokongnya.

Kepala Bank Indonesia Wilayah NTB, Achris Sarwani mengatakan, sebagai bank sentral, BI memiliki tanggung jawab mengembangkan bank syariah di Indonesia. Sistem pengelolaan keuangan syariah diterapkan, dalam rangka mewujudkan sistem keuangan perbankan berkeadilan.

BI juga mengemban tugas, bagaimana mendorong akselerasi perbankan dan ekonomi syariah, kurikulum ekonomi syariah di seluruh perguruan tinggi di Indonesia. “Pertumbuhan ekonomi berkualitas, inklusif sehat dan berkeadilan, sebagai bagian dari strategi menjadikan Indonesia dan NTB khususnya, menjadi pusat keuangan syariah, dengan harapan tidak hanya bisa menarik lembaga keuangan dalam negeri, tapi juga luar negeri,” pungkas Sarwani.

Lihat juga...

Isi komentar yuk