Banyak Hotel di Kawasan Wisata Lombok Belum Bisa Beroperasi

Editor: Koko Triarko

1.518
Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Mohammad Faozal/Foto: Turmuzi
MATARAM – Kepala Dinas Pariwisata, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Lalu Mohammad Faozal, mengatakan, hampir separuh bangunan perhotelan, terutama kawasan pariwisata Lombok Barat dan Lombok Utara, mengalami kerusakan akibat gempa.
“Sekitar 40 persen bangunan hotel kawasan wisata rusak, bahkan bisa sampai 60 persenan dan belum bisa dioperasikan untuk kegiatan maupun penginapan”, kata Faozal, Selasa (4/9/2018).
Meski demikian, sebagian bangunan hotel, terutama hotel kelas tiga masih ada yang bagus dan layak ditempati. Wisatawan juga sudah mulai berdatangan liburan pascagempa.
Ia mengatakan, Gili Terawangan, Lombok Utara, yang sebelumnya sepi ditinggal wisatawan saat gempa, secara perlahan kini  sudah mulai banyak dikunjungi wisatawan nusantara maupun mancanegara.
“Tanggal 19 Agustus lalu, wisatawan sudah ada yang berkunjung ke Gili, sekitar 1.200 wisatawan ada di Gili dan dipastikan bertambah seiring proses pemulihan dilakukan pemerintah pascagempa”, katanya.
Pelaksanaan iven festival Sail Moyo Tambora 2018, tambah Faozal, juga diharapkan akan bisa menggaet kembali wisatawan datang ke NTB, dengan berbagai pameran dan pertunjukkan seni budaya, sebagai upaya pemulihan kembali pariwisata NTB.
Sebelumnya, Gubernur NTB, Zainul Majdi, memastikan, NTB sudah aman untuk dikunjungi wisatawan pascabencana gempa bumi mengguncang Lombok. Majdi juga mengajak masyarakat dan pelaku pariwisata di NTB untuk bisa segera bangkit dari kondisi keterpurukan yang melanda, membangun semangat optimisme dan tidak larut dalam keterpurukan.
Baca Juga
Lihat juga...