Batik Tanah Liek, Batik Khas Dharmasraya

Editor: Mahadeva WS

262

DHARMASRAYA – Kerajinan batik Tanah Liek, yang ada di Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, cukup dikenal di Minangkabau. Karya kerajinan tersebut memiliki motif batik khas, sehingga memiliki banyak peminat.

Tidak hanya dari Sumatera Barat, pemasarannya telah sampai ke Bandung, Kalimantan, dan Jepang. Motif yang dilahirkan Batik Tanah Liek Citra, terdiri dari motif karet, keluk paku, rangkiang, burung merak, dan rumah gadang. Untuk membuat Batik Tanah Liek, rentetan sejarahnya cukup panjang.

Pengusaha Batik Tanah Liek Citra Eni Mulyatni saat memperlihatkan dapur mencuci atau proses membersihkan batik yang sudah diwarnai/Foto: M. Noli Hendra

Pengusaha Batik Tanah Liek Citra, Eni Mulyatni mengatakan, batik produknya, sudah ada sejak 1997 lalu. Keterampilan membatik yang dimiliki saat itu, belum sebaik sekarang. Setelah menjalani pendidikan membatik di Jojga dan Solo selama 6 bulan, perlahan-lahan aktivitas membatik Eni, menghasilkan karya yang bagus, dan memiliki nilai jual.

“Dulu itu Dharmasraya ini belum dimekarkan lagi, dan dari 20 orang pekerja itu disaring untuk bisa mengikuti pelatihan di Jogja dan Solo. Ketika itu, orang bisa diikutsertakan untuk dilatih, kepada anggota yang memiliki kemampuan yang bagus. Di antara itu, masuklah saya, dan selama di pelatihan dan kembali ke Dharmasraya, kita digaji oleh pemerintah, sebelum mandiri di 2000,” ungkap Eni, Rabu (19/9/2018).

18 tahun lalu, usaha membatiknya bisa berjalan mandiri, setelah sekian bulan dibina, hingga memiliki pangsa pasar yang menjanjikan. Harga jual batik mililk Eni saat ini beragam, disesuaikan dengan kualitas kain yang digunakan. Untuk kain biasa, harganya mulai dari Rp250 ribu per helai. Sementara untuk jenis kain sutera harganya Rp1,5 juta per helai. “Untuk kain jenis sutera memang tidak terlalu banyak kita produksi, dan diproduksi apabila ada pesananan saja. Hal ini dikarenakan tingginya harga yang dikhawatirkan akan sedikit pembeli,” ujarnya.

Perpaduan warna yang digunakan Batik Tanah Liek Citra cukup beragam. Mulai dari warna kuning coklat, merah, hitam, hijau, yang semuanya menggunakan bahan tanah liek. Namun untuk mendapatkan warna yang diinginkan, juga bisa dilakukan inovasi, sesuai dengan kehendak pemesan batik.

Dengan mengerahkan 20 orang pekerja, setiap orang memiliki tugas berbeda, mulai dari pembuat motif, mewarnai, memotong, dan hingga mencuci. Aktivitas membatik tidak dilakukan di tempat khusus, hanya memanfaatkan teras rumah, sehingga Batik Tanah Liek Citra masih bersifat industri rumah tangga.

Kegiatan membatik dilakukan setiap hari, dan apabila banyak pesanan, maka pekerja tidak jarang harus lembur untuk menyelesaikan pesanan. Usaha yang dijalani Eni, mampu meraup penghasilan yang menggiurkan. Per bulannya, laba bersih yang diperoleh mencapai Rp70 juta. Tingginya omset membuktikan, Batik Tanah Liek Citra memiliki kualitas yang bagus.

Baca Juga
Lihat juga...