Bawang Merah di Bantul Terserang Hama Blorong

Editor: Mahadeva WS

133

YOGYAKARTA – Petani Bawang Merah di kawasan selatan Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memasuki masa panen raya di awal bulan ini. Meski secara umum, hasil panen melimpah, tidak sedikit petani yang mengaku gagal panen, karena tanamannya terserang hama penyakit blorong. 

Salah seorang petani bawang merah Wurtijo, warga Wulugading Srigading Sanden Bantul – Foto: Jatmika H Kusmargana

Wurtijo, petani bawang merah warga Wulugading, Srigading, Sanden Bantul, yang menanam di lahan seluas 1.700 meter persegi, hanya mendapat hasil panen 16 kuintal bawang merah. Hal itu dikarenakan, tanamannya terserang penyakit yang biasa disebut hama blorong. “Hasilnya kurang bagus. Banyak tanaman terserang hama blorong. Ciri-cirinya ujung daun menguning. Akibatnya bobot umbi bawang merah jadi berkurang,” katanya kepada Cendananews, Selasa (4/9/2018).

Wurtijo menyebut, penurunan hasil panen bawang merah akibat hama diperkirakan mencapai 9 kuintal. Jika tidak terkena hama, Wurtijo bisa mendapatkan panen hingga 25 kuintal, dengan areal luas tanam yang sama. “Hama blorong ini muncul saat tanaman memasuki usia 40 hari. Biasanya hama ini muncul akibat pengaruh cuaca. Karena beberapa waktu kemarin udara sempat terasa sangat dingin saat malam hari,” tandasnya.

Dengan kejadian tersebut, Wurtijo mengalami kerugian. Selain karena jumlah panen yang tidak maksimal, harga bawang merah juga mengalami penurunan setiap kali panen raya. Wurtijo sudah mengeluarkan biaya produksi yang cukup banyak untuk kegiatan penanaman bawang merah selama dua bulan terakhir.

“Ya merugi, karena kemarin sudah keluar modal banyak. Untuk beli bibit saja butuh 1,25 kuintal, padahal harga bibit Rp25 ribu per kilo. Untuk biaya pupuk juga habis dua kuintal. Untung untuk panenan kali ini saya tidak keluar biaya garap bedengan, karena sebelumnya sudah tanam bawang,” ungkapnya.

Untuk mengatasi hama penyakit blorong petani sudah melakukan pengobatan dengan menyemprot pestisida. Namun, upaya itu tidak berdampak signifikan. Diharapkan, ke depan pemerintah dapat membatu petani mengatasi hama, jika hal tersebut kembali terjadi.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.