Bawaslu Jember Ajak Masyarakat Awasi Pemilu 2019

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

264

JEMBER — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Jember mengajak masyarakat agar mengambil bagian dalam menyukseskan Pemilu 2019. Dengan berperan aktif dan mengawasi setiap tahapannya.

“Dengan deklarasi ini kita berharap pada peserta pemilu untuk tidak melakukan tindakan yang mengarah terjadinya pelanggaran. Bagaimanapun terdapat batasan-batasan yang tidak boleh dilanggar oleh peserta,” kata Ketua Bawaslu Jember, Imam Thobroni Pusaka, Minggu (23/9/2018).

Bawaslu minta masyarakat segera melaporkan jika mendapati adanya pelanggaran yang dilakukan oleh peserta maupun pihak lain dalam proses tahapan-tahapan pemilu 2019.

“Kampanye hitam berupa politisasi SARA, rentan terjadi di tengah keterbukaan informasi melalui media sosial yang berpotensi memecah bela persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya.

Bawaslu Jember juga berharap, peserta pemilu juga harus mentaati aturan main di setiap tahapan, baik masa kampanye, masa tenang lalu dilanjutkan dengan hari pencoblosan. Hingga tahapan penetapan hasil pemilu yang akan datang.

“Kami juga berharap peserta pemilu tidak melakukan tindakan money politic, tidak melibatkan pihak-pihak yang tidak mempunyai hak pilih, serta tidak menyebarkan hasutan yang bisa menimbulkan perpecahan di masyarakat,” tandasnya.

Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo (kiri) bersama Ketua Bawaslu Jember, Imam Thobroni Pusaka (kanan) di sela-sela Deklarasi Pemilu Damai 2019 di alun-alun Jember. Foto: Kusbandono.

Senada, Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo mengajak peserta maupun simpatisan untuk tidak melakukan pelanggaran terhadap tahapan-tahapan pemilu 2019.

“Kami mengajak kepada masyarakat untuk melaporkan kepada Bawaslu jika diduga terjadi pelanggaran,” kata Kusworo.

Terkait slogan deklarasi pemilu damai Kalah Terhormat Menang Bermartabat, Kusworo meminta peserta pemilu untuk meresapi makna yang terkandung di dalamnya.

“Bagi yang menang, memnanglah bermartabat dan jangan terlalu eforia. Bagi yang kalah, kalah-lah secara terhormat, jangan melakukan kecurangan dan hal lainnya yang bisa menimbulkan pelanggaran,” tegasnya.

Selain itu, menurut Kusworo, tingkat kerawanan pemilu di Jember bukan disebabkan oleh kondisi masyarakat tapi pada letak geografisnya. Hal tersebut berkaitan dengan distribusi logistik di daerah terpencil.

“Tentunya pengamanan pada saat hari pencoblosan di TPS yang tergolong terisolir menjadi salah satu fokus pengamanan,” pungkasnya.

Dalam deklarasi ini, seluruh pimpinan partai politik peserta pemilu membubuhkan tanda tangan di atas papan, sebagai bentuk kesepakatan untuk menciptakan pemilu 2019 damai, aman dan tertib.

Baca Juga
Lihat juga...