Bawaslu: Kampanye di Luar Jadwal Bisa Dipidana

1.480
Ilustrasi -Dok: CDN
BIAK – Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Biak Numfor, Papua, menegaskan calon legislatif yang berkampanye sebelum jadwal serentak 23 September 2018 dapat dipidana penjara, karena melanggar peraturan yang berlaku.
“Bawaslu Biak tidak mentolerir caleg parpol berkampanye sebelum waktu 23 September 2018,” kata Koordinator Bidang Hukum Penindakan dan Pengawasan Bawaslu Biak, Kasim Abdul Hamid, di Biak, Selasa (4/9/2018).
Dia mengatakan, sejauh ini hasil pengawasan di lapangan para caleg parpol tetap memperhatikan waktu kampanye berlaku serentak secara Nasional.
Kasim menyebutkan, sanksi pidana kampanye di luar jadwal secara tegas diatur dalam Pasal 492 Undang-undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.
Pasal tersebut menyatakan, setiap orang yang dengan sengaja melakukan kampanye pemilu di luar jadwal yang telah ditetapkan oleh KPU, bisa dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu tahun dan denda paling banyak Rp12 juta.
“Jadi, unsurnya setiap orang, berarti bukan hanya peserta pemilu, tetapi siapa saja yang melakukan kampanye di luar jadwal, akan dipidana,” ujarnya.
Dia mengatakan, waktu kampanye caleg parpol sangat panjang, dimulai 23 September dan akan berakhir pada 13 April 2019.
Pelaksanaan jadwal kampanye 23 September 2018, menurut Kasim, juga termasuk kampanye untuk calon anggota DPR/DPD/DPRD dan capres/cawapres.
“Pemilu legislatif dan Pemilu Presiden akan digelar serentak pada 17 April 2019,” katanya.
Berdasarkan data penetapan daftar celag tetap (DCT) Pemilu 2019, akan dilakukan Komisi Pemilihan Umum secara serentak 20 September 2018. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...