Bekraf Dorong Produk Lokal Malang Masuki Pasar Global

Editor: Koko Triarko

170
MALANG – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) melalui Direktorat Edukasi Ekonomi Kreatif, untuk pertama kalinya menggelar workshop Local Genius Brand (LOG) di Malang, guna mendorong branding produk lokal Malang, agar mampu memasuki pasar global.
Kepala Subdirektorat Edukasi Ekonomi Kreatif, Toar Mangaribi, mengatakan, sebagai salah satu kota wisata di Indonesia, Malang memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupum mancanegara.
“Selain itu, di ekonomi kreatif di Malang sudah sangat berkembang. Mulai dari musik, kuliner, kerajinan, wisata maupun seni pertunjukan. Semua sudah ada, tinggal mengakselerasi, agar produk-produk tersebut bisa lebih dikenal, baik di Indonesia maupun mancanegara,” ujarnya, saat membuka LOG di Malang, Sabtu (29/9/2018).
Kepala Subdirektorat Edukasi Ekonomi Kreatif, Toar Mangaribi. –Foto: Agus Nurchaliq
Menurutnya, secara kualitas produk-produk yang dihasilkan para pelaku ekonomi kreatif di Malang sudah sangat bagus. Hanya saja, permasalahannya adalah masih sedikit di antara mereka yang mampu mempromosikan produknya secara online, yang sesuai dengan keinginan pasar. Permasalahan yang sama juga ditemui di daerah lainnya di Indonesia.
“Sehingga mau tidak mau, produk mereka dianggap belum bisa bersaing di pasar global,” ucapnya.
Apalagi di era industri digital saat ini, lanjutnya, komunikasi pemasaran yang konvensional dianggap tidak cukup mampu untuk bisa menggerakkan pertumbuhan ekonomi daerah.
Untuk itu, Bekraf memfasilitasi pelaku ekonomi kreatif di Malang dan sekitarnya untuk memahami cara mengembangkan merk lokal melalui komunikasi yang lebih efektif, dengan memanfaatkan teknologi informasi.
“Bekraf menggandeng Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) dan menghadirkan narasumber perwakilan dari tim Google dan Facebook Indonesia,” ungkapnya.
Harapannya, dengan gelaran LOG bisa memberikan ilmu baru kepada para pelaku ekonomi kreatif, khususnya di Kota Malang, untuk bisa mengemas sekaligus membranding produknya, agar bisa dipasarkan secara layak dan mampu bersaing dalam pasar global.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni, mengakui, bahwa pelaku ekonomi kreatif di Kota Malang sebagian sudah melakukan promosi produk secara online. Hanya saja, promosi yang mereka lakukan belum dikemas dengan baik, sehingga dibutuhkan konsultan atau perusahaan yang mampu mengemas produk-produk para pelaku ekonomi kreatif ini, agar bisa dipromosikan di media online sesuai standar yang diinginkan oleh pasar.
“Harusnya setelah mengikuti workshop LOG ini, mereka sudah punya ilmu untuk bisa mengemas produknya, agar lebih menarik dan membranding produknya, agar lebih dikenal,” ucapnya.
Lebih lanjut, Ida menyampaikan, perkembangan ekonomi kreatif di kota Malang sudah berjalan dengan baik. Dimana tidak hanya dinas yang terlibat dalam pengembangan ekonomi kreatif, tetapi juga termasuk media, akademisi, maupun pelaku swasta, semua terlibat di dalamnya.
“Inilah yang membuat pengembangan potensi kreatif di kota Malang bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya.
Baca Juga
Lihat juga...