Berjibaku Tangani Sampah, DLH Gianyar Rapatkan Mandor

Editor: Satmoko Budi Santoso

147

GIANYAR – Seriusi upaya penanganan sampah dan pengelolaannya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gianyar merapatkan barisan dengan mengumpulkan para mandor penyapuan dan pengangkutan sampah di pendopo kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar, Minggu (2/9/2018).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar, I Wayan Kujus Pawitra, didampingi para Kabid dan Kasi, secara langsung memberikan pengarahan teknis kepada 38 orang para mandor penyapuan dan pengangkutan, yang secara total mengawasi 700 orang tenaga lapangan.

“Pengumpulan para mandor ini dalam rangka memberikan pengarahan untuk strategi penanganan sampah pasca-over load TPA Temesi, terlebih lagi menjelang pelaksanaan Annual Meeting IMF-World Bank pada Oktober 2018,” ujar Kujus Pawitra.

Lebih lanjut diungkapnya, DLH akan melakukan pendataan ulang petugas yang menangani kebersihan untuk memastikan bahwa tenaga yang ada siap untuk menjaga kebersihan di Kabupaten Gianyar.

“Kami juga akan melakukan pengecekan terhadap sarana dan prasarana, untuk memastikan sarana dan prasarana yang ada siap untuk mengangkut sampah ke TPA Suwung,” jelasnya.

Disamping itu, Kujus menambahkan, shift kerja tenaga lapangan, dari 2 shift per hari menjadi 3 shift per hari, untuk meningkatkan kualitas kebersihan.

“Kami akan mendata ulang petugas-petugas kami seperti tugas dan rute, pendataan sarana dan prasarana, yang layak pakai dan rusak. Jumlah tong sampah, yang masih ada dan rusak. Hal tersebut berkaitan dengan kesiapan para petugas untuk mengangkut sampah ke TPA Suwung,” imbuh Kujus Pawitra.

Hal tersebut dilakukan untuk mengatasi masalah over load TPA Temesi. Tumpukan sampah mencapai 12 meter. Karena itu, mulai September, pembuangan sampah akan dibawa ke TPA Suwung untuk diolah dengan teknologi terbarukan.

“Mulai bulan September kami akan mulai membuang sampah ke TPA Suwung, apalagi kita sudah tergabung dalam Sarbagita untuk melakukan pembuangan sampah ke TPA Suwung,” ungkapnya.

Mengenai TPA Temesi, ia menekankan akan berfungsi sebagai Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Perkotaan (TPSTP). Nanti di TPSTP Temesi akan dilakukan pemilahan sampah, sampah organik menjadi kompos. Selebihnya akan dibawa ke TPA Suwung.

Kujus Pawitra juga memerintahkan Kasi Sarana dan Prasarana untuk segera melakukan perbaikan armada yang rusak. Penanganan sampah bisa tertangani dengan baik dan lancar.

“Saya telah memerintahkan Kasi Sarana untuk memperbaiki sarana yang rusak bisa optimal menangani sampah. Penanganan sampah harus terus menerus dilakukan. Kalau tidak ditangani akan menimbulkan masalah. Namun, kalau di tangan dengan baik akan menjadi berkah. Salah satunya dengan pendirian bank sampah,” ungkapnya.

Dari semua strategi yang terpenting bagaimana pengelolaan sampah dimulai dari rumah tangga. Perlu kesadaran dan partisipasi masyarakat.

“Mari kurangi menggunakan bahan-bahan yang akan menjadi sampah. Kalau belanja ke pasar, bawalah tas dari rumah. Mudahan-mudahan disetujui oleh pimpinan, kita akan anggarkan pengadaan tas ramah lingkungan untuk mengedukasi masyarakat,” pungkasnya.

Lihat juga...

Isi komentar yuk