BID, Ajang Memunculkan Inovasi Desa

Editor: Mahadeva WS

211

LAMPUNG – Bursa Inovasi Desa (BID) 2018, Tingkat Kabupaten Lampung Selatan kembali digelar. Tahun ini tercatat menjadi penyelenggaraan di tahun kedua.

Plt. Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto menyebut, BID merupakan upaya untuk memunculkan keberagaman inovasi program desa, khususnya di Kabupaten Lampung Selatan. Melalui, Program Inovasi Desa (PID) bersama petugas pendamping desa, maka pembangunan di desa diyakini dapat memajukan perekonomian masyarakat desa.

BID merupakan langkah strategis untuk penyebaran, dan pertukaran inovasi masyarakat yang berkembang di desa. BID juga menjadi acuan untuk menemukan inovasi di desa, dengan tetap memperhatikan tradisi dan kearifan lokal. Aspek yang harus diperhatikan diantaranya, aspek sosial, budaya, ekonomi dan memperkuat entitas masyarakat yang mandiri.

“Pemberdayaan masyarakat berdasarkan prakarsa masyarakat, sehingga akan muncul ciri khas dari setiap desa. Wilayah yang dekat dengan pantai berinovasi mengelola wisata pantai, masyarakat di dekat perkebunan bisa kreatif menciptakan produk perkebunan,” terang Plt Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto, Kamis (13/9/2018).

BID digelar untuk menjembatani kebutuhan pemerintahan desa. Selain menjadi solusi bagi penyelesaian masalah, inisiatif kegiatan pembangunan desa dan dalam rangka penggunaan dana desa yang lebih efektif dan inovatif. Dengan BID, aparat desa dan pihak terkait, dapat menertibkan penggunaan dana desa, untuk melahirkan program yang kreatif dan inovatif mencapai desa yang lebih mandiri.

Plt Bupati Lampung Selatan,Nanang Ermanto memberi motivasi ke sejumlah kepala desa dan pendamping desa pada kegiatan Bursa Inovasi Desa 2018 [Foto: Henk Widi]
Nanang meminta, kepala desa dan perangkatnya, untuk memanfaatkan sumber daya manusia yang ada di desanya. Terutama pada upaya mempercepat pembangunan desa, khususnya pengembangan ekonomi lokal dan infrastruktur desa, yang digelar secara padat karya atau swakelola.

Tujuan dari penggunaan SDM lokal dan padat karya, agar warga bisa memantau pembangunan di desanya, sekaligus menjaga perputaran uang di desa tersebut. “Pembangunan jalan dengan rabat beton dikerjakan oleh warga setempat, memperhatikan kualitas, dan warga mendapatkan bayaran dari tenaga kerja yang digunakan,” tambah mantan Kepala Desa Tanjungbintang tersebut.

Melalui BID 2018, setiap desa telah berkomitmen memilih menu inovasi yang akan diakomodir dan dimasukkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes), dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2019. Peran serta para tim pendamping desa, dan pelaksana program inovasi desa akan menjadikan desa di Lampung Selatan mandiri dan sejahtera.

Salah satu peserta BID 2018 dari Desa Kuripan, Kecamatan Penengahan, Febrial menyebut, BID menjadi salah satu cara untuk meningkatkan inovasi. Selama ini, Febrial menjadi salah satu pembuat topi khas Lampung, yang dikenal dengan tukus. Pembuatan tukus menjadi cara pemberdayaan kaum wanita di pedesaan. Sekaligus kearifan lokal dalam membuat topi yang bisa digunakan untuk acara acara formal serta acara non formal.

Desa Titiwangi, Kecamatan Candipuro, dalam acara tersebut mengangkat inovasi mengenai closet. Hal tersebut mengikuti kondisi sebagai salah satu desa yang sempat belum terbebas dari Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Kepala Desa Titiwangi, Sumari menyebut, memiliki inovasi dalam pembuatan closet.

Inovasi tersebut melahirkan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), yang bergerak dalam usaha penyiapan closet. Dan akhirnya, Desa Titiwangi ditetapkan sebagai desa bebas BABS atau Open Defecation Free (ODF) sejak 2017 lalu. Inovasi desa tersebut disebutnya didukung oleh Sekolah Swasembada WC Indonesia dalam pembuatan jamban sehat.

Inovasi desa menjadi motor penggerak bagi sejumlah desa lain di Lamsel. Melalui peningkatan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM), dan inovasi pembuatan jamban sehat, menjadi salah satu cara mengentaskan warga dari BABS. Setelah melakukan inovasi, dalam bidang kesehatan, Desa Candipuro juga mulai melakukan pelatihan pembuatan kerajinan, untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga
Lihat juga...