Blanko KTP Elektronik di Sikka Habis

Editor: Mahadeva WS

135

MAUMERE – Blangko KTP Elektronik (KTP-el) di Kabupaten Sikka habis. Kondisi tersebut membuat ratusan warga yang sedang mengurus KTP-el merasa kecewa.

Warga mendapatkan janji dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) setempat, blangko KTP-el, akan tersedia seminggu lagi, atau diperkirakan ada di pertengahan September 2018. “Saya dan beberapa warga, sejak pagi mau antri mengurus KTP Elektronik, tapi petugas mengatakan, blangko KTP sedang kosong dan baru tersedia minggu depan, sehingga kami hanya diberikan surat keterangan saja,” sebut Theodorus Sani, Warga Maumere, Selasa (4/9/2018).

Theo baru mengurus KTP-el saat ini, karena bekerja di Kalimantan, dan baru kembali di Agustus 2018 lalu. Theo bermaksud mengurus perpindahan penduduk dan membuat KTP di Sikka, kemudian akan menetap di Maumere. “Setelah merantau selama lima tahun, saya ingin menetap di kampung halaman, sehingga saya merubah KTP Elektronik saya yang beralamat di Kalimantan menjadi KTP Elektronik Sikka. Semua surat sudah saya lengkapi tapi memang blanko KTP sedang kosong,” sebutnya.

Anggota DPRD Sikka, Afridus Aeng, meminta Dispendukcapil Sikka, segera mencetak KTP-el, karena menjadi syarat untuk bisa mengikuti pemilu 2019. “Pemerintah harus segera mengimbau masyarakat, untuk segera mengurus KTP Elektronik dan kami berharap agar blanko KTP Elektronik jangan sampai habis agar masyarakat bisa segera memiliki KTP Elektronik dan terdaftar sebagi pemilih,” tandasnya.

Kepala dinas Kependudukan dan Catatan Sipil kabupaten Sikka Ekon Bernadus Ratu. Foto : Ebed de Rosary

Kepala Dispendukcapil Sikka, Ekon Bernadus Ratu mengakui, blangko KTP-el di dinasnya sudah habis. Saat ini karena cukup banyak warga yang membutuhkan, pihaknya akan segera memesannya kembali. “Paling lama minggu depan blanko KTP Elektronik sudah ada disini, sehingga warga yang sudah merekam data bisa segera dibuatkan KTP elektroniknya. Bagi warga yang belum merekamnya, kami minta agar segara datang ke Dispendukcapil,” tuturnya.

Bernadus menyebut, masih banyak warga yang belum mau merekam data kependudukan. “Petugas kami sudah sering melakukan sosialisasi dan turun langsung ke kecamatan namun masyarakat masih malas datang agar bisa diambil data-data kependudukan dan dibuatkan KTP Elektroniknya,” pungkasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.