BMKG Mutakhirkan Data Gempa Donggala Jadi 7,4 Magnitudo

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

256

YOGYAKARTA — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperbarui dan memutakhirkan data terkait Gempa Bumi yang terjadi di Donggala Sulawesi Tengah pada pukul 17.02 WIB sore tadi. Yakni dari sebelumnya berkekuatan magnitudo 7,7 menjadi 7,4 skala richter.

Kepala BMKG Dwi Korita Karnawati menyatakan, pemutakhiran data gempa tersebut dilakukan setelah melihat bertambahnya rekaman sensor gempa yang terkumpul, beberpa menit setelah gempa terjadi.

“Parameter gempa kami perbaharui dan mutakhirkan dari semula berkekuatan magnitudo 7,7 pada pukul 17.02 dengan posisi pusat gempa di 0,18 LS 119,85 BT. Dengan kedalaman 10 km. Menjadi 7,4 magnitudo dengan lokasi 0,20 LS dan 119,89 BT, dengan Kedalaman 11 km,” ujarnya di Kantor BMKG Yogyakarta, Jumat (28/09/2018) malam.

Berdasarkan hasil pemodelan tsunami, BMKG juga menyebutkan adanya gempa tersebut telah menimbulkan tsunami dengan level siaga dengan ketingian sekitar 0,5-3 meter.

“Saat itu diperkirakan waktu tiba tsunami pada pukul 17.22 WIB. Sehingga saat menyampaikan info gempa, kita juga mengeluarkan peringatan dini tsunami, yakni sekitar 5 menit setelah kejadian gempa” katanya.

Berdasarkan pemantauan dan pengamatan dari sejumlah saksi mata, BMKG juga menemukan terjadinya kenaikan muka air laut. Yakni terlihat adanya kenaikan tinggi muka air laut setinggi 6 cm dari Mamuju pada pukul 17.27 WIB dan 1,5 meter terlihat di pantai Palu.

“Namun setelah kita pantau, air terlihat semakin surut. Sehingga peringatan dini kita akhiri pukul 17.36 WIB,” ungkapnya.

Sementara itu dari hasil monitoring, BMKG juga mencatat terjadinya gempa susulan sebanyak 22 kali hingga pukul 20.00 WIB. Dengan magnitudo 2,9 hingga 6,3.

“Dampak guncangan gempa ini dirasakan di Toli Toli dengan intensistas MMI 5. Di Dongala mencapai 4 MMI, di Gorontalopl, Poso, dab Palu mencapai 3-4 MMI. Di Majene, Suroako 3 MMI. Di Kendari, Kolaka, Konawe Utara, Bone dan Senkang 2-3 MMI. Bahkan juga di Kaltim dan Kaltara dengan 2-3 MMI. Untuk di Makasar dan Goa serta Toraja mencapai 2 MMI,” ungkapnya.

Baca Juga
Lihat juga...