BNPB: Penyerahan Bantuan Dilakukan Bertahap

Editor: Mahadeva WS

216
Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Harmensyah - foto: Turmuzi

MATARAM – Badan Nasional Penanggulanganan Bencana (BNPB) membantah, lambannya proses pencairan dana bantuan bagi korban gempa Lombok, karena dipersulit lembaga tersebut. BNPB merupakan penanggungjawab penyaluran bantuan.

“Tidak ada yang memperlambat, uang sudah ada dan telah diserahkan separuhnya, hanya saja dilakukan secara bertahap, dari setiap tahapan nantinya akan dievaluasi, progresnya bagaimana,” kata Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Harmensyah, Rabu (12/9/2018).

Harmensyah menyebut, jika anggaran langsung diserahkan semua kepada masyarakat, dihawatirkan pengelolaan anggaran tidak dilakukan sebagaimana peruntukkannya. Termasuk kehawatiran masyarakat, tidak membangun rumah sesuai ketentuan Kementerian PUPR.

Sehingga, bukan saja masalah membangun rumah, tapi teknis dan struktur bangunan rumah juga harus tahan gempa. Harus dilaksanakan, tidak boleh membangun rumah begitu saja tanpa mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan. “Jadi nanti PUPR yang mendampingi atas usulan masyarakat dibuatkan gambar disain, mulai pondasi, struktur kolom, balok dibangun sesuai struktur tahan gempa, sebagian bangunan perumahan masyarakat sebelumnya yang akibat gempa, sesuai kaidah teknis,” tuturnya.

Masyarakat korban gempa, selain diberikan bantuan anggaran, juga dibina, bagaimana membangun yang lebih baik dan nyaman. Rumah yang dibangun masyarakat harus Rumah Instan Sehat (Risa) atau konvensional. Keduanya boleh saja diterapkan, namun struktur bangunan harus kuat dan tahan gempa.

Kalau struktur sudah kuat, ketika gempa terjadi, bangunan rumah tidak langsung ambruk. Sosialisasi kepada masyarakat terus dilakukan mengenai pentingnya penciptaan keamanan bagi masyarakat. “Rakornis kali ini dilaksanakan, dalam rangka melakukan finalisasi data kerusakan gempa, itulah tujuan rakor untuk melakukan sinkronisasi data,” terang Harmensyah.

Sebelumnya, masyarakat Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, yang terdampak gempa mengeluhkan lamanya realisasi pembangunan hunian sementara yang dijanjikan pemerintah. Pasalnya, masyarakat pengungsi yang tinggal di tenda, selain rawan terkena penyakit, juga khawatir akan terdampak genangan air saat musim hujan tiba.

“Kawasan tempat masyarakat mengungsi sekarang ini termasuk kawasan dataran rendah termasuk rawan bencana, karena itu pembangunan Huntara diharapkan bisa rampung sebelum musim hujan tiba,” harap Kades Guntur Macan, H. Murni.

Baca Juga
Lihat juga...