BPJS Kesehatan Jamin Pelayanan Persalinan

Editor: Makmun Hidayat

580
Kepala Cabang BPJS Kesehatan Balikpapan, Endang Diarty - Foto: Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN — Peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tak perlu khawatir dengan pelayanan persalinan. Karena hingga kini BPJS Kesehatan tetap melayani persalinan.

Hal itu ditegaskan Kepala Cabang BPJS Kesehatan Balikpapan Endang Diarty. Penegasan itu dilakukan terkait adanya kabar bagian yang tak terlayani, misalkan proses pembukaan saat hendak bersalin atau melahirkan.

“Sejak peserta JKN-KIS terdeteksi hamil sudah dapat dilayani dalam observasi kehamilan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP),” ungkapnya saat memberikan keterangan kepada media, Selasa, (11/9/2018).

Menurut Endang, dalam kondisi kedaruratan peserta harus tetap dilayani oleh pihak rumah sakit maupun FKTP pertama.

Berdasarkan data bahwa BPJS Kesehatan telah membayarkan klaim persalinan normal yang telah diajukan FKRTL hingga dengan bulan pembebanan Agustus 2018 sebanyak 980 kasus. Sedangkan persalinan caesar sebanyak 549 kasus.

“Jika ada kondisi kegawatdaruratan, maka FKTP dan pihak rumah sakit yang dirujuk harus melayani peserta dan BPJS Kesehatan menjamin pembiayaan,” ucap Endang Diarty.

BPJS Kesehatan juga menyerahkan sepenuhnya indikasi kegawatdaruratan kepada tenaga medis yang ada di fasilitas kesehatan. Meski disarankan, peserta yang hamil melakukan kontrol rutin di FKTP atau di bidan jejaring FKTP tersebut.

“Apabila dalam kondisi kehamilan, kalau ada kelainan-kelainan yang terindikasi dan harus mendapat perawatan di rumah sakit, dapat diketahui lebih awal agar jika terjadi sesuatu, misal pada saat proses persalinan, bisa lebih cepat tertangani,” tandasnya.

Berdasarkan hasil evaluasi BPJS Kesehatan, pelayanan persalinan di FKTP maupun bidan yang menjadi jejaring, pemanfaatannya cukup tinggi di kota Balikpapan. “Itu menandakan kepercayaan peserta terhadap pelayanan FKTP cukup baik,” imbuh Endang.

Dalam memudahkan pelayanan persalinan, terdapat tujuh Puskesmas yang memiliki kemampuan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Dasar (PONED).

Adapun tujuh Puskesmas itu diantaranya Puskesmas Kariangau, Puskesmas Karang Joang, Puskesmas Baru Ulu, Puskesmas Mekarsari, Puskesmas Klandasan Ilir, Puskesmas Sepinggan dan Puskesmas Manggar Baru.

“Tidak hanya itu, ada klinik FKTP yang melayani persalinan seperti klinik Mitra Sehat dan Ibnu Sina,” sebutnya.

Endang menambahkan peserta JKN-KIS yang sedang hamil segera ke FKTP agar bisa diketahui kondisi kehamilannya sehingga dapat ditangani sedari awal.

“Perlu adanya edukasi agar kehamilan peserta terjaga serta apabila diperlukan indikasi rujukan maka FKTP pasti merujuk ke Faskes lanjutan, baik saat hamil maupun proses persalinan,” tambahnya.

Baca Juga
Pemilih Ganda Terbanyak, Ada di Balikpapan Selatan BALIKPAPAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum menetapkan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan atau DPTHP. Sementara jumlah pemilih Pemilu 2019 di Kot...
Tunggakan Tagihan Peserta BPJS-Kes Pekalongan Rp32... PEKALONGAN --- Sebanyak 314.101 peserta mandiri Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Pekalongan, Jawa Tengah, menunggak tagihan selama ...
Bawaslu Balikpapan Temukan 1.761 Pemilih Ganda BALIKPAPAN --- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Balikpapan temukan pemilih ganda sebanyak 1.761 pemilih. Temuan pemilih ganda itu diketahui ber...
Tingkatkan Retribusi Parkir, Pemkot Balikpapan Dim... BALIKPAPAN – Hingga semester I/2018, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari restribusi parkir Pemkot Balikpapan, masih belum memenuhi target. Hin...
Anggaran Penanganan Banjir di Balikpapan Minim BALIKPAPAN – DPRD Balikpapan menilai, alokasi anggaran penanganan banjir yang disampaikan dalam Kebijakan Umum Anggaran Plafon Anggaran Sementara (KUA...
87 Persen Warga Sulut Peserta JKN-KIS MANADO --- Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Sulutenggomalut, Lisa Nurena, mengatakan saat ini sebanyak 87 persen warga Sulawesi Utara telah menja...
Piutang Kepesertaan JKN-KIS di Kalsel Capai Rp2,8 ... BANJARMASIN – Piutang iuran kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN KIS) di Kalsel hingga Juni 2018 tembus diangka Rp2,8 Mil...