Budayawan Ridwan Saidi Luruskan Sejarah Jakarta

Editor: Makmun Hidayat

844
Ridwan Saidi - Foto: Akhmad Sekhu

JAKARTA — Ridwan Saidi termasuk salah seorang budayawan Betawi yang kritis dalam mengamati sejarah Jakarta dan kemudian meluruskannya.

Fakta-fakta sejarah yang disampaikan selalu mengacu pada realitas bahwa asal orang Jakarta dari goa, seperti juga asal bangsa manapun di dunia selalu merujuk asal mula bangsa dari goa yang kemudian berakulturasi dengan orang-orang pendatang hingga membangun peradaban seiring dengan perkembangan zaman.

“Pameran lukisan bersama karya 6 Pelukis Jakarta ini mengangkat tema ‘Dari Majakatera ke Megapolitan,” kata Ridwan Saidi dalam acara pembukaan pameran lukis bersama karya 6 Pelukis Jakarta di Galeri Cipta III, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Selasa (25/9/2018) malam.

Lelaki kelahiran Jakarta, 2 Juli 1942, itu membeberkan bahwa Majakatera adalah asal nama kota Jakarta yang berarti land of power.

“Hal itu mengacu pada dua sisa bangunan di kali besar barat Mihrab dan Kalasa, yang berasal dari Abad X Masehi, yaitu situs peninggalan orang Caucasia yang migrasi ke Pulau Seribu dan Kalapa, bahkan kata Betawi berasal dari bahasa Armenia yang artinya gerbang,” beber lulusan Fakultas Hukum dan Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan (sekarang Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik atau FISIP) Universitas Indonesia ini.

Menurut Ridwan, Armenia dan Samarkand termasuk rumpun Caucasia yang merupakan segment migran terbesar yang sebenarnya merata di Indonesia.

“Orang Armenia itu ahli bangunan, sedangkan orang Samarkand pebisnis,” ungkap budayawan yang menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat melalui Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada tahun 1977.

Hal itu, kata Ridwan, mengacu pada peta yang dibuat Pangeran Palembong. “Sayangnya, peta aslinya sudah tidak ada lagi, yang ada sekarang hanya duplikatnya, yang menjelaskan Nusa Kalapa, dimana Nusa itu bahasa Samoa itu artinya sekitarnya, jadi Kalapa dan sekitarnya. Kalau Nusantara itu artinya seputar jarak, kayaknya mustahil nenek moyang kita menerapkan kata Nusantara karena susah menyebutnya seputar jarak,” paparnya.

Nusa Kalapa itu Kalapa dan sekitarnya, yang mana Kalapa itu daerah Kaliadem, Muara Angke, Kapuk Muara. “Majakatera kemudian mengalami pemendekan Jakatra,“ ujarnya.

Kalau mengenai Pangeran Jayakarta tidak dikenal sejarah karena itu dongeng saja. “Kota ini namanya Majakatera menjadi Jakatra yang kemudian sekarang bernama Jakarta,” urainya.

Ridwan menyebut asal orang Jakarta itu dari goa, seperti juga asal bangsa manapun di dunia selalu merujuk pada asal mula bangsa dari goa yang kemudian berakulturasi dengan orang-orang pendatang hingga membangun peradaban seiring dengan perkembangan zaman.

“Jangan bilang orang Betawi itu dari Ongol-Ongol, tapi dari goa, yang kemudian berakulturasi dengan orang Armenia dan orang Samarkand,” tegasnya.

Menurut Ridwan, orang Jakarta mengenal lukisan sejak lama sekitar abad XV. Kemudian, Ridwan menyampaikan, bahwa karya lukisan dari 6 Pelukis Jakarta yang dipamerkan ini berhasil memindahkan pertumbuhan kota Jakarta dan peradabannya ke atas kanvas.

“Saya mengucapkan sukses dan selamat berpameran kepada 6 Pelukis Jakarta,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...