Bulog Sumbar Lakukan Stabilisasi Harga Beras

Editor: Koko Triarko

1.490
PADANG – Perum BULOG meluncurkan kegiatan ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga (KPSH) beras medium di Gudang BULOG Pampangan, Divre Sumatra Barat, Selasa (4/9/2018).
Peluncuran yang dipimpin langsung oleh Kadivre Sumatra Barat, Suharto Djabar, juga dilaksanakan serentak oleh BULOG Divisi Regional di seluruh Indonesia.
Suharto mengatakan, tujuan kegiatan itu untuk menjaga ketahanan pangan nasional dan tetap memperhatikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga pangan, khususnya beras. Hari ini, ada 500 ton beras medium yang didisitribusikan di sejumlah daerah di Sumatra Barat. Setidaknya, ada 50 titik sasaran distribusi.
Kadivre Bulog Sumatra Barat, Suharto Djabar/Foto: M. Noli Hendra
“Pemerintah melalui BULOG melakukan KPSH serentak di seluruh Indonesia, dengan beberapa langkah, yaitu Operasi Pasar Pemerintah (OP-CBP), percepatan Penyaluran Bansos Rastra dan penjualan komoditi komersial BULOG, di antaranya Beras Kita Premium, Gula Manis Kita, Tepung Terigu Kita, Minyak Goreng Kita, Daging Kita, dan lainnya. Dengan ini, pangan pokok, khususnya beras, tetap tersedia dalam jumlah dan kualitas yang baik,” ujarnya.
Ia menyebutkan, dalam pelaksanaan kegiatan KPSH ini, BULOG melibatkan banyak pihak dengan menggunakan jaringan distribusi, antara lain Rumah Pangan Kita (RPK), Toko Pangan Kita, Mitra BULOG, BUMN Pangan dan Kanvasing oleh Satgas BULOG, yang di wilayah Sumatra Barat tersebar di 59 titik jaringan distribusi, serta tersebar di pasar dalam pencatatan BPS, yaitu Pasar Raya, Pasar Siteba, Pasar Alai, Pasar Balimbing, Pasar Lubuk Buaya, Pasar Bawah Bukittinggi dan Pasar Modern Solok.
BULOG Divre Sumatera Barat, menyatakan, sebenarnya kondisi harga beras di daerah setempat masih stabil dan tidak ada kondisi gejolak apa pun. Namun, mengingat kegiatan ini serentak di seluruh daerah di Indonesia, maka BULOG Divre Sumatra Barat tetap melaksanakan kegiatan stabilitasasi harga besar.
“Sumatra Barat ini berbeda dengan daerah lainnya, terutama di Pulau Jawa. Petaninya tidak rutin bertanam padi, sehingga ketika tidak ada panen, maka harga beras di Jawa, naik. Kalau di Sumatra Barat, setiap bulannya itu tersebar di sejumlah daerah, melakukan panen raya. Nah, hal ini yang membuat Sumatra Barat tetap stabil harga berasnya,” ungkapnya.
Menurutnya, upaya pemerintah tetap melakukan pemerataan pendistribusian beras medium ke seluruh daerah di Indonesia, supaya stabilitas harga itu tidak timbang tindih terjadi di suatu daerah. Artinya, jika pendistribusian merata, maka stabilitas akan terwujud.
Sementara itu, sesuai keputusan Rakortas tanggal 27 Agustus 2018 dan Surat Kemendag tanggal 31 Agustus 2018, sehubungan dengan perkembangan harga beras yang mengalami kenaikan 0,11 persen dari minggu ke-3 ke minggu ke-4 bulan Agustus 2018, Pemerintah menugaskan Perum BULOG untuk melakukan intervensi pasar secara massive melalui kegiatan OP-CBP dan melakukan percepatan penyaluran Bansos Rastra tiga bulan alokasi, yang penyerahannya dilakukan sekaligus pada September 2018.
“Kami terus pantau perkembangan harga pangan pokok, khususnya beras, dari hari ke hari supaya intervensi pasar dapat segera kami lakukan dengan menggelontorkan stok beras CBP dan komoditi komersial yang kami miliki,” tegas Suharto.
BULOG Sumatra Barat telah menggelontorkan Beras CBP dari Januari Agustus 2018 sebanyak 4.150 ton, dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan No. 57 Tahun 2017, yaitu maksimal Rp. 9.950,-sampai ke masyarakat.
“Posisi stok beras Perum BULOG Divre Sumbar sebanyak kurang lebih 24.000 ton, dan stok tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan penyaluransepuluh bulan ke depan,” ujar Suharto.
Lihat juga...

Isi komentar yuk