Bungkam Persegres 1-0, PSIM Akhiri Tren Negatif

Editor: Satmoko Budi Santoso

160

BANTUL – PSIM Yogyakarta berhasil memutus rentetan hasil negatif pada lanjutan Liga 2 2018 Grup Timur, Minggu (9/9/2018). Tim berjuluk Laskar Mataram berhasil memecundangi Persegres Gresik United dengan skor tipis 1-0 pada laga yang digelar di SSA, Bantul.

Gol semata wayang Laskar Mataram lahir dari gol bunuh diri pemain Persegres pada menit 71. Meski belum sanggup mengangkat posisi di papan klasemen, namun tiga poin ini cukup untuk mengembalikan moral bertanding skuad asuhan Bona Simanjuntak.

PSIM yang gagal mengemas kemenangan di tiga laga terakhirnya mengawali laga dengan sangat hati-hati. Hendika Arga Permana dkk terlihat cukup banyak memainkan bola di sektor tengah. Mereka tidak terlalu agresif melakukan penyerangan.

Sedikitnya suplai bola ke depan gawang lawan, membuat peluang yang dihasilkan tidak maksimal. Hasilnya selama 45 menit laga berjalan, tidak ada satu pun gol yang berhasil diciptakan kedua tim. Persegres yang sempat menciptakan beberapa peluang, gagal mengonversinya menjadi gol.

Namun, usai jeda, PSIM mulai berubah. Bona Simanjuntak menarik keluar Hendika Arga dan menggantikannya dengan Wawan Samma. Perubahan ini membuat permainan Laskar Mataram lebih hidup. Suplai bola ke depan mengalir lebih deras dibanding pada babak pertama.

Kendati begitu, tetap saja belum ada gol yang berhasil diciptakan tim kebanggaan Brajamusti dan The Maident, setidaknya hingga menit 70. Peluang emas Wawan Samma melalui sundulan kepalanya masih gagal berbuah gol. Tapi semenit kemudian, gol yang dinanti akhirnya tercipta.

Husni Mubarak gagal mengantisipasi bola hasil umpan cut back Supriyadi. Alih-alih menghalau bola, si kulit bundar justru mengalir masuk ke gawang sendiri. Skor 1-0 bertahan hingga laga berakhir.

Bona Simanjuntak mengungkapkan, anak asuhnya terlalu berhati-hati di babak pertama sehingga minim peluang. Ia mengaku bisa memaklumi setelah kegagalan di laga sebelumnya yang terjadi akibat pemain terlalu tergesa-gesar. “Kami instruksikan memang agar tidak tergesa-gesa, tapi malah terlalu hati-hati,” katanya.

Menurut Bona, tambahan tiga poin cukup bagus untuk mengembalikan kepercayaan diri pemain. Terkait pergantian Arga, Bona menyebut terpaksa dilakukan untuk mengubah permainan. Wawan, kata dia, memiliki akurasi umpan panjang yang cukup baik.

“Bukan berarti Arga buruk, tidak. Kami butuh pemain yang bisa mengumpan bola pajang secara akurat, dan Wawan bisa melakukannya dengan baik. Kami puas bisa mengamankan tiga angka,” pungkas Bona.

Lihat juga...

Isi komentar yuk