Bupati Jember Sampaikan Keberatan, Izin Eksplorasi Blok Silo Dicabut

Editor: Satmoko Budi Santoso

194
Bupati Jember Faida. Foto: Kusbandono.

JEMBER – Bupati Jember, Faida, telah menyampaikan surat keberatan adanya eksplorasi tambang di Blok Silo, mewakili masyarakat secara langsung kepada Menteri ESDM Ignasius Jonan.

Keberadaan tambang emas Blok Silo tidak pernah dikehendaki oleh masyarakat Kecamatan Silo. Hal tersebut memunculkan polemik ketika kementerian ESDM menerbitkan izin eksplorasi.

Secara tegas, Bupati Jember Faida mengatakan, setelah menyampaikan secara langsung keberatan masyarakat Jember terkait izin blok Silo kepada Menteri ESDM Ignasius Jonan, izin eksplorasi pertambangan yang telah dikeluarkan oleh kementerian ESDM tersebut dibatalkan.

“Adanya kekhawatiran masyarakat Jember, tentang eksplorasi tambang di Blok Silo membuat saya berkomunikasi langsung dengan bapak menteri ESDM,” ujar Faida, usai mengikuti rapat paripurna mengenai P-APBD 2018 di Gedung DPRD, Jumat (21/9/2018) sore.

Faida juga mengatakan, dirinya menyerahkan langsung surat keberatan tentang diterbitkannya surat kepmen dan menjelaskan secara langsung kepada Jonan, terkait kawasan pertambangan di Blok Silo tersebut.

“Karena kita semua sepakat, masyarakat, tokoh masyarakat, Bupati, Wakil Bupati, juga seluruh DPRD. Sampai hari ini kita konsisten tolak tambang, Menteri ESDM pun menyambut baik,” ujarnya.

Bahkan, atas persoalan izin eksplorasi tambang blok Silo itu, pihaknya juga telah menyampaikan secara langsung kepada Presiden Joko Widodo, dan juga menginstruksikan  kepada Menteri ESDM untuk merespon.

“Bapak menteri berkomitmen untuk dapat mencabut, khusus lampiran 4 SK tersebut, khusus untuk Blok Silo,” tandasnya.

Menurut Faida, terbitnya Kepmen izin eksplorasi blok Silo tersebut, atas usulan atau rekomendasi pemerintah Provinsi Jawa Timur, bukan dari Pemkab Jember.

“Maka diperlukan rekomendasi dari Gubernur Jawa Timur, untuk pencabutan SK (Kepmen) tersebut,” tegasnya.

Bupati juga meminta masyarakat Silo untuk tidak resah dengan terbitnya SK itu. Pihaknya juga berkomitmen untuk tetap menolak adanya tambang di Silo tersebut.

“Masih membutuhkan proses panjang setelah terbitnya SK tersebut. Yakni berikutnya proses lelang,” katanya.

Dengan adanya surat keberatan yang disampaikan bupati itu, bupati jamin tidak akan ada eksplorasi tambang di Silo sekaligus meminta dukungan dari masyarakat untuk mengawal hal tersebut.

“Maka tidak akan dilakukan lelang, yang merupakan wewenang pemerintah provinsi. Maka tidak akan ada eksplorasi tambang di Blok Silo tersebut,” tegasnya.

Bupati Faida juga memaparkan, pihaknya mempunyai target dengan menyerahkan surat keberatan yang disampaikan kepada Menteri ESDM untuk menghentikan proses lelang.

 

Baca Juga
Lihat juga...