Bupati Pamekasan Minta Mobil Dinas Dibranding Batik

177
Batik, ilustrasi -Dok: CDN
PAMEKASAN – Bupati Pamekasan, Jawa Timur, Badrut Tamam, meminta aparatur sipil negara (ASN) dan para pimpinan organisasi pemerintah (OPD) di lingkungan pemkab setempat membantu masyarakat perajin batik tulis mempromosikan hasil kerajinan mereka.
“Salah satu caranya dengan membranding semua mobil dinas yang digunakan para pimpinan OPD ini dengan batik Pamekasan,” kata Badrut Tamam, di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Minggu (30/9/2018).
Dengan cara seperti itu, katanya, maka batik Pamekasan akan kembali dikenal luas oleh masyarakat, di samping harus memanfaatkan manajemen pemasaran modern, seperti pola pemasaran dalam jaringan (daring).
Mantan Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jatim ini lebih lanjut menjelaskan, Pamekasan memang telah mendeklarasikan diri sebagai Kota Batik yang ditandai dengan pemecahan rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri), yang membuat batik sepanjang 1.530 meter pada 2009. Namun, karena promosi batik kurang, maka pendapatan para perajin batik cenderung merosot.
“Makanya, saya dan Pak Raja’e sengaja menggunakan seragam batik saat mencalonkan diri sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati, kemarin, salah satunya untuk membantu mempromosikan hasil kerajinan warga Pamekasan ini,” ujar Badrut.
Bupati muda yang berhasil meraih dukungan terbanyak pada pilkada 27 Juni 2018 ini, lebih lanjut menjelaskan, dukungan pemkab dalam upaya membantu memromosikan hasil kerajinan batik warga Pamekasan, perlu dilakukan sebagai langkah nyata dalam mengbangkitkan ekonomi rakyat.
“Sebab, jenis usaha apa pun membutuhkan promosi. Maka, kita minta agar mobil-mobil di Pemkab Pamekasan bisa dibranding batik tulis dengan tujuan untuk membantu para perajin batik tulis yang ada di Pamekasan ini, di samping promosi digital juga perlu terus dilakukan,” tegasnya.
Akademisi dari Institute Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan Matnin, M.EI menilai, gagasan Badrut Tamam membantu mempromosikan batik tulis hasil kerajinan warga Pamekasan melalui branding kendaraan dinas, sangat tepat.
“Dengan cara itu, ada unsur pemberdayaan juga yang dilakukan pemkab, bila gagasan membranding batik di kendaraan dinas milik Pemkab Pamekasan itu terealisasi,” ujar Matnin. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...