Capaian KJP Plus Belum Sesuai Target

Editor: Mahadeva WS

206
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan – foto Lina Fitria

JAKARTA – Jumlah penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus 2018 di DKI Jakata masih belum memenuhi target. Dari target 872.024 oran penerima, saat ini baru terdapat 805.015 orang penerima.

Dengan kondisi tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut, Pemprov DKI Jakarta masih berupaya agar penerima KJP Plus bisa mencapai target di akhir tahun nanti.  “Kita coba kejar terus,” kata Anies, Jumat, (21/9/2018).

Dipastilannya, potensi kesalahan dalam penerimaan KJP Plus akan semakin berkurang. Diinginkannya, capaian target penerimaan juga diiringi dengan target akurasi yang semakin tepat. Mantan Mendikbud itu menyebut, akurasi penerimaan KJP Plus lebih penting, dibandingkan jumlah penerima. “Yang penting target akurasi dipastikan. Mudah-mudahan semua bisa menerima semua,” tandasnya.

Plt Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Bowo Irianto mengatakan, penerima KJP Plus di 2018 mengalami peningkatan. Tahun lalu ada 778.058 siswa yang menjadi penerima, dan saat ini jumlahnya menjadi 872.024 siswa. Tahun ini Dinas Pendidikan DKI Jakarta menganggarkan Rp3,975 triliun untuk KJP, dan baru terserap Rp1,8 triliun.

Dengan kondisi tersebut, masih ada slot untuk puluhan ribu siswa yang belum mendapat KJP Plus. Mereka dipersilakan mendaftar hingga 19 September 2018. “Realisasi tahap satu, Januari hingga Juni 2018, baru 805.015 orang dengan anggaran Rp1,8 triliun,” kata Bowo.

Menangapi anggaran KJP Plus tersebut, Anggota Badan Anggaran DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono mengatakan, warga belum merasakan keunggulan KJP Plus, yang merupakan program prioritas, yang selalu dibanggakan Anies Baswedan-Sandiaga Uno saat kampanye Pilkada DKI 2017 lalu. “KJP Plus ini kan program prioritas, cuma sampai hari ini plusnya itu belum kelihatan. Mohon maaf, malah yang dirasakan masyarakat adalah penurunan jumlah penerima KJP,” kata Gembong.

Gembong menyebut, banyak siswa yang tidak lagi menerima KJP Plus di 2018. Padahal, kondisi ekonomi keluarga siswa tersebut masih sama dengan tahun sebelumnya, saat mereka menerima KJP.

Baca Juga
Lihat juga...