Cegah Pencemaran Kali Bekasi, DLH Siapkan MoU

Editor: Satmoko Budi Santoso

273

BEKASI – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, mengaku kewalahan dalam menangani pencemaran yang terjadi di kali Bekasi. Untuk itu, saat ini tengah mempersiapkan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Kejaksaan dan Kepolisian.

“Kepolisian, Kejaksaan, DLH akan satu langkah dalam menangani jika terjadi pencemaran di Kali Bekasi. Kerja sama ini penting karena instrumen hukum yang dimiliki Pemkot Bekasi, belum cukup dalam menindak pencemaran di Kali Bekasi,” papar Kepala DLH Kota Bekasi, Jumhana Luthfi.

Menurutnya, melalui MoU tentang penanganan pengawasan bersama terkait aksi pembuangan limbah pabrik dan domestik di Kali Bekasi, antara DLH Kota Bekasi, Polres Metro Kota Bekasi, dan Kejaksaan Negeri Kota Bekasi, ke depan DLH tidak lagi diperiksa oleh Polisi dan kejaksaan atas laporan serta bukti-bukti yang diberikan DLH jika terjadi pencemaran di Kali Bekasi.

Kepala DLH Kota Bekasi Jumhana Luthfi (tengah). Foto Ist

Dia mengakui, jika DLH Kota Bekasi saat ini masih kekurangan personil di lapangan dalam menjaga kebersihan Kali Bekasi. Untuk itu dalam waktu dekat segera mengoptimalkan forum RT/RW untuk turut andil dalam menjaga Kali Bekasi.

“DLH Kota Bekasi saat ini, mempunyai ‘Pasukan Katak’ beranggotakan 30 orang, untuk menjaga Kali Bekasi. Mereka kerja mulai pukul 08.00-17.00 WIB, menyusuri Kali Bekasi dengan perahu maupun jalan kaki. Tugasnya selain bersih kali dari sampah, sekaligus pengawasan jika terjadi pencemaran dari pembuangan limbah,” ujar Jumhana.

Ketika limbah hadir di sungai, ungkapnya, Pasukan Katak, selama ini, selalu kehilangan jejak. Akibatnya limbah menjadi barang tak bertuan lantaran tidak diketahui lokasi asal limbah. Apakah berasal dari industri yang menginduk di Sungai Cileungsi ataukah Kali Bekasi.

Mengingat pabrik yang membuang limbah di Kali Bekasi, melakukan aksinya pada dini hari. Sedangkan Pasukan Katak bentukan DLH, hanya bekerja 12 jam dengan dua shift.

“Diharapkan, keberadaan komunitas peduli Kali Bekasi dan warga sekitar bantaran sungai, lebih memudahkan kami untuk berkoordinasi. Simpul-simpul ini harus dibangun dan disinergikan sehingga efektif untuk menciptakan Kali Bekasi bersih dapat terlaksana,” tukas Jumhana.

Sementara, Wakil Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kemang Pratama, Didiek Setiabudi Haryono, menilai DLH Bekasi hendaknya memiliki grand strategi penanganan Kali Bekasi, sehingga terpetakan dengan jelas apa saja kegiatan yang akan digarap bersama stake holders dalam menjaga kelestarian Kali Bekasi.

Lebih lanjut Didik menjelaskan, Kali Bekasi, memiliki panjang 15,5 km, dan 6 km di antaranya berada di kawasan Kemang Pratama. Luasnya bentangan kali menyebabkan sosialisasi kepada masyarakat harus dilakukan terus menerus. Ini agar masyarakat menjadi peduli dalam gerakan pelestarian Kali Bekasi.

Menurut Didiek, gerakan bersih kali dari pencemaran merupakan gerakan utama. Dia menilai persoalan yang melingkari kali Bekasi harus dibereskan satu per satu. Sebut saja, masalah sedimentasi, limbah industri, limbah domestik, limbah home industry, dan perlakuan masyarakat terhadap kali.

Baca Juga
Lihat juga...