Command Center Pengamanan Event Internasional IMF, Siap Beroperasi

Editor: Makmun Hidayat

230

BADUNG — Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, meresmikan pengoperasian gedung Command Center (pusat komando), yang terletak di dalam kawasan The Nusa Dua, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Sabtu (15/9/2018).

Gedung yang nantinya akan menjadi pusat komando untuk pengamanan event International Monetary Fund (IMF) World Bank ini, berfungsi untuk memantau segala bentuk aktivitas dalam penyelenggaraan event yang dihadiri 15.000 delegasi dari 189 negara peserta IMF.

Termasuk fungsi untuk memantau situasi keamanan saat pelaksanaan event berlangsung. Dimana pengendali keamanan gabungan yang berada di dalam pusat komando ini semuanya terintegrasi dengan semua elemen.

“Ini bisa mengintegrasikan semua elemen dalam operasi gabungan. Mabes TNI dan Polri sudah melakukan kerja sama yang baik. Kita berharap semua bisa terpadu dan tak ada masalah. Persiapan yang dilakukan ini bukan hanya untuk mengatasi masalah, tetapi juga untuk mengatur flow supaya bagus oleh TNI. Polda juga akan melakukan operasi yang lain,” jelas Menteri Luhut kepada sejumlah awak media.

Luhut menambahkan, Command Center ini tidak hanya untuk keperluan IMF tetapi untuk keperluan lain yang berpusat di ITDC. Sebelumnya tempat ini memang sudah lama dibuat untuk Command Center, tetapi dalam bentuk tenda-tenda.

“Kini dibuat permanen supaya selanjutnya ada kegiatan lainnya bisa digunakan. Fungsinya ini untuk mengintegrasikan semua terkait keamanan. Tujuannya supaya bisa cepat terkendali jika ada hal-hal darurat,” tuturnya.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan (kemeja putih) saat berada di gedung Command Center, yang terletak di dalam kawasan The Nusa Dua, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Sabtu (15/9/2018) – Foto: Sultan Anshori

Dikatakan Luhut, dari Command Center ini juga bisa memonitor CCTV yang tersebar di 600 titik yang dipasang di seluruh kawasan. Selain itu pengawasan melalui Command Center ini sampai ke Lombok dan Banyuwangi, dan bandara. Dimana pergerakan pesawat di bandara bisa dipantau dari Command Center.

Dalam kesempatan itu, Luhut mengaku secara keseluruhan persiapan panitia nasional IMF sudah mencapai 95 persen. “Semuanya sangat terintegrasi. Semuanya sudah siap. Mereka punya alat untuk mengintegrasikan semua frekuensi yang berbeda-beda. Semuanya berada dalam satu komando dari Panglima Komando Operasi Gabungan,” kata Menteri asal Batak ini.

Sementara itu Direktur Utama ITDC, Abdulbar M. Mansoer, mengatakan dalam menyambut IMF tahun ini pihaknya lebih siap. Ia menjelaskan di dalam gedung 2 lantai ini memiliki tiga fungsi. Pertama fungsi keamanan untuk kawasan, kedua, keamanan acara, ketiga konektivitas antar wilayah. Dimana Command Center ini terkoneksi dengan Polda dan Kodam.

“Nanti kalau terjadi apa-apa langsung bisa dipantau melalui layar monitor yang ada di sini,” tuturnya.

Yang menarik kata Mansoer di Command Center ini terdapat beberapa teknologi yang bisa mengenali orang. Misalnya kalau ada pengganggu yang ada dalam daftar polisi bisa langsung dikenal. Selain itu juga terkoneksi dengan BMKG dan BNPB. Dimana disana terdapat layar monitor yang disiarkan secara langsung tentang kondisi yang terjadi. Ini semuanya terpadu untuk monitoring dan koordinasi.

“Dahulu sebelum bangunan ini ada hanya ada fasilitas Damkar. Akhirnya tahun ini kami bangun gedung permanen. Gedung ini dibangun atas permintaan panitia IMF. Bangunanya seluas 400 meter persegi dan dua lantai. Dibangun dalam waktu 5 bulan,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...