Daerah Otonomi Baru di Sultra Kekurangan Dokter

Ilustrasi. Foto: Dokumentasi CDN

KENDARI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat, Daerah Otonom Baru (DOB) di Sultra masih kekurangan dokter. Menanggapi hal tersebut, pemerintah daerah mencoba untuk terus menempatkan tenaga dokter secara merata di seluruh daerah otonomi baru dan daerah induk.

“Daerah Otonomi Baru saat ini masih kekurangan dokter, di antaranya di Kabupaten Buton Selatan, Konawe Kepulauan, Muna Barat, Kolaka Timur, Buton Tengah,” kata Kepala Dinkes Sultra, dr Zuhuddin Kasim, di Kendari, Senin (3/9/2018).

Pemerintah daerah setempat mencoba untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, dalam upaya penambahan dokter, melalui program nusantara sehat, baik untuk dokter maupun tenaga keselatan lainnya. Meskipun program tenaga nusantara sehat sudah masuk Sultra, tetapi tenaga medisnya hanya di kontrak selama dua tahun.

“Jadi permintaan daerah akan mengajukan ulang kepada pemerintah pusat untuk penambahan tenaga nusantara sehat, kalau tahun lalu hanya di Kabupaten saja tapi tahun ini sudah bisa di kota sesuai yang dibutuhkan,” katanya.

Pengajuannya tersebut, dari pemerintah kabupaten kota diteruskan ke provinsi, dan kemudian diajukan ke pemerintah pusat. Idealnya, tenaga dokter untuk setiap puskesmas, minimal ada satu dokter umum, dan satu dokter gigi. Tetapi saat ini masih ada puskesmas yang belum memiliki dokter. “Jadi sekarang kita kekurangan dokter, untuk merekrut dokter kedaerah sangat sulit, karena dokter sekarang tidak ada yang mau ke daerah padahal pemda sudah menyiapkan insentifnya,” pungkasnya.(Ant)

Lihat juga...