Dalam Empat Hari, 80 Hektare Lahan di PPU Ludes Terbakar 

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

370

PENAJAM — Musim kemarau yang terjadi selama dua bulan terakhir menyebabkan tingginya kasus kebakaran hutan dan lahan yang terjadi pada empat Kecamatan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Penajam Paser Utara, dalam dua bulan terakhir, tercatat 31 kasus kebakaran hutan dan lahan dengan menghanguskan 180 hektare. Terbanyak di kecamatan Penajam. Bahkan, 82 hektare lahan gambut habis terbakar hanya dalam empat hari.

“Kebakaran terjadi bukan hanya lahan yang kering, juga dipicu oleh tiupan angin. Hal tersebut diperparah dengan sulitnya akses mobil pemadam menuju lokasi,” jelas Kasubbid Logistik dan Peralatan BPBD Kabupaten PPU, Nurlaila, Kamis (27/9/2018).

Menurutnya, Proses pemadaman dilakukan oleh 20 orang Satgas Karhutla BPBD, dibantu 10 orang Manggala Agni yang didatangkan dari Kabupaten Paser, 10 anggota TNI dan puluhan anggota Satpol PP. Kendala yang dihadapi bukan hanya kekurangan personel namun kurangnya alat pemadam yang memadai.

“Kami bekerja siang malam memadamkan api, tapi karena kondisi material yang mudah terbakar dan keterbatasan alat dan personel jadi (upaya pemadaman) tidak maksimal,” bebernya.

Proses pemadaman hanya menggunakan mesin pompa portable dengan sumber air dari embung yang ada di sekitar lokasi.

Terkait faktor penyebabnya, ia menilai, kebakaran lahan itu sengaja dilakukan dengan memanfaatkan musim kemarau. Pasalnya, api tiba tiba menyala di lahan lain meski dipisahkan embung.

“Dugaan saya ini sengaja dibakar, bagaimana bisa api tiba-tiba besar di lahan seberang. Saya minta kepada aparat bertindak tegas,” tandasnya.

Untuk mengantisipasi meluasnya dampak kebakaran, dirinya meminta kepada warga agar menjaga lahanya. Mengingat, musim kemarau diprediksi hingga akhir Oktober mendatang.

Sementara itu, pihak kepolisian sendiri belum menetapkan tersangka, atas dugaan kuat adanya unsur kesengajaan pada kasus terbakarnya puluhan hektare lahan di kelurahan Petung.

“Kita baru meminta keterangan dua orang saksi. Masih dalam proses penyelidikan, belum ada tersangka,” kata Kapolres PPU, AKBP Sabil Umar, saat dihubungi.

Sabil memastikan, proses penyelidikan terus berjalan. Berdasarkan Udang Undang nomor 41 tahun 1999 tentang kehutanan, Undang Undang nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta Undang Undang nomor 18 tahun 2004 tentang Perkebunan, Pelaku pembakar hutan dan lahan dapat diancam sanksi maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp 10 miliar.

Baca Juga
Lihat juga...