Dana Desa Turunkan Kemiskinan di Balansiku

268
Ilustrasi -[Foto: Dok CDN]

SEBATIK  – Dana Desa berhasil menurunkan angka kemiskinan di Desa Balansiku, Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan.

Kepala Desa Balansiku Kecamatan Sebatik, Firman Haji Latief di Sebatik, Sabtu, mengatakan bahwa dana desa sangat bermanfaat dalam membantu masyarakat meningkatkan perekonomian keluarga.

Setelah dana desa sebesar Rp951.564.000 diturunkan, perekonomian desa bergerak, angka kemiskinan juga menurun dari 149 kepala keluarga (KK) pada 2017 menjadi 116 KK pada 2018. Dana desa tahun 2018 juga direncanakan Rp847.926.000 juta dan diharapkan bisa kembali menekan angka kemiskinan.

Firman Haji Latief selaku Ketua Apdesi (Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia) Kabupaten Nunukan berpendapat, seharusnya desa-desa yang sukses menurunkan angka kemiskinan mendapatkan “reward” di antaranya dengan menambah besaran dana desanya.

Namun, kenyataannya, sambung dia, desa yang telah berhasil menurunkan angka kemiskinan di wilayahnya malah dana dari pemerintah pusat dikurangi.

Ada indikasi, kepala desa sengaja tidak serius menurunkan angka kemiskinan di wilayahnya supaya dana desa yang diterimanya semakin meningkat.

Ia mengakui, tujuan utama pengucuran dana desa dari pusat adalah meningkatkan perekonomian masyarakat sehingga angka kemiskinan menurun.

Hal yang sama dikatakan Kepala Desa Maspul Kecamatan Sebatik Tengah, Agus Salim bahwa keberhasilan sebuah desa tergantung dari kemampuan kepala desa memanfaatkan dana desa yang diterimanya.

Anehnya, desa yang telah berhasil membangun wilayahnya dengan dana desa yang ditandai penurunan angka kemiskinan malah anggarannya diturunkan.

Padahal logikanya, kata Agus Salim, pemerintah pusat memberikan penghargaan kepada kepala desa atau desa berprestasi menurunkan angka kemiskinan.

Sama halnya dengan Kades Balansiku, Agus Salim mensinyalir, desa yang gagal menurunkan angka kemiskinan karena ada unsur kesengajaan supaya dana desanya terus meningkat.

“Bisa saja ada kepala desa berpandangan seperti itu sengaja melaporkan tinggi angka kemiskinannya supaya dana desa dari pusat terus ditambah,” beber Kades Inovatif ini.

Penurunan angka kemiskinan sebagai tujuan utama pengucuran dana desa karena desa bersangkutan berhasil mengelolanya untuk kebutuhan masyarakatnya.

Desa Maspul yang berbatasan daratan langsung dengan Negeri Sabah, Malaysia ini telah berhasil membangun sejumlah fasilitas bagi masyarakatnya sehingga statusnya dari desa sangat tertinggal menjadi berkembang.

Jumlah angka kemiskinan berdasarkan penerima beras miskin dari Badan Pusat Statistik (BPS) setempat adalah pada 2015 sebanyak 55 KK, 2016 turun menjadi 33 KK dan 2017 sisa 29 KK.

Bahkan Agus Salim menargetkan pada 2018 ini angka kemiskinan di desanya akan dijadikan nol KK.

Ia mengakui, berkat dana desa yang diterimanya dari pemerintah pusat yang digunakan membiayai sejumlah pembangunan berupa jalan tani, jembatan dan fasilitas pendidikan sehingga kesejahteraan masyarakatnya meningkat tajam.

Sebab, hasil perkebunan dan pertanian masyarakat di desa itu telah mudah dibawa ke pasar dengan jangkauan waktu yang singkat.

“Semestinya desa yang berhasil menurunkan angka kemiskinan itu diberikan penghargaan bukan dikurangi dana desanya,” ujar dia.

Agus Salim menyebutkan, pendapatan perkapita masyarakatnya saat ini meningkat tajam menjadi Rp1,7 juta per orang dibandingkan sebelumnya hanya berkisar kurang dari Rp1 juta per orang per bulan. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...