Dari Jalanan, Kocom Menjelma Sebagai Seniman Patung Silikon

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

302

BEKASI — Perjalanan pemilik nama Sarwo Edy, atau akrab disapa Kocom, untuk menjadi seorang seniman patung silikon tak semudah membalikkan telapak tangan. Berawal dari kehidupan jalanan, pria asal Kota Bekasi ini, sukses menjelma sebagai seniman patung silikon.

Berkat kesuksesan itu tentunya tak terhitung lagi berapa jumlah patung silikon yang dibuatnya guna mendukung kesempurnaan sebuah film, baik bergenre horror ataupun action di tanah air.

Kesempurnaan sebuah film tentu tidak terlepas dari dukungan seorang ahli untuk membuatkan patung silikon yang mampu menciptakan peran pengganti yang menyerupai sang pelaku utama.

Melalui tangan dingin Kocom, peran pengganti itu dibuat dari bahan silikon rubber, patung yang menyerupai orang atau prostetik khusus buat film membawa kesuksesan tersendiri baginya.

Berbagai karya patung silikon pun pernah dibuat Kocom, bahkan dia sampai lupa untuk merinci jumlah keseluruhannya. Mulai dari pembuatan tangan, botol, taman berbahan slikon rubber, kaca mobil, mobil tronton, kereta kepala artis, sampai patung badan yang menyerupai sang artis dalam film tertentu. Seperti dipakai untuk adegan jatuh dari gunung, tabrakan hingga dilindes mobil dan lainnya.

Lalu siapa pemilik nama asli Sarwo Edy, dia akrab disapa Kocom, hidup di jalanan hal biasa baginya berbagai daerah pun sudah dijelajahinya seperti Pulau Bali dan Kalimantan juga Jakarta, untuk bekerja serabutan.

Kocom adalah anak Betawi asli lahir dari keluarga sederhana di salah satu sudut kampung di Kota Bekasi, dan hanya menyelesaikan pendidikan setara sekolah dasar. Tetapi bakat seni, yang ada dalam dirinya sudah tertanam sejak kecil, saat masih di Kota Bekasi.

Kocom berkisah, bakat seni itu diturunkan oleh dua orang Korea yang menyewa rumah di perkampungannya. Dan mereka selalu memproduksi kerajinan berbagai jenis bunga yang dikeringkan, kemudian dilapisi timah hingga tetap menyerupai bunga segar. Berkat Mr. Wang dan Mr. Kim dia banyak belajar mengolah bahan kimia, untuk membuat berbagai jenis bunga atau handycraf.

“Saya juga dulu sering ikut anak pencinta alam dari kampus-kampus, dan selalu memperhatikan saat mendaki gunung mereka menggunakan bahan kimia rasin, untuk membantu pendakian. Dari sini juga saya belajar, dan berekspresi sendiri untuk membuat berbagai jenis patung. Hingga di tahun 91, saat di Bali ada orang dari Malaysia juga produser iklan, mereka mau membuat botol shampoo. Awalnya mereka order 50 botol dan kembali pesan lagi,” kisahnya.

Dari sana lanjutnya, pesanan terus berlanjut, sepertinya dari mulut ke mulut ada produser film dari Jakarta minta untuk dibuatkan tangan dari bahan silikon yang mirip dengan asli. Tetapi order itu tidak berlangsung lama akhirnya putus komunikasi, dan kocom pun kembali ke jalanan. Namun dia, sebelumnya sudah dikenal di kalangan kampus bisa membuat patung silikon.

“Nah, setiap anak kampus baik di film atau kedokteran, untuk tugas akhirnya selalu minta tolong dibuatkan patung silikon. Tetapi orderan tentunya berkala hanya berlangsung setahun sekali, atau saat ada tugas kampus. Mulai ada perubahan setelah menikah di tahun 2000-an, sudah fokus menekuni pembuatan patung silikon, yang di order produser tertentu tetapi tidak seperti sekarang,” tuturnya.

Sukses menjelma sebagai seniman patung Silikon, Kocom telah membawanya menjelajah beberapa Negara seperti Jepang, Belanda dan Negara lainnya untuk bekerja.

Salah satu patung silikon karya Kocom yang terpajang di depan rumahnya. Foto: Muhammad Amin

Dia dibawa oleh produser film untuk membantu dunia film membuat taman dan pendukung lainnya. Orderan pun sekarang, selalu antre dari sang produser film, untuk dibuatkan berbagai jenis property pendukung film, seperti patung kepala artis, tangan, botol dan lainnya dari bahan silikon. Berbagai artis pernah datang ke rumahnya seperti Tamara Bleszynski, Tyas Mirasih, Luna Maya, almarhum Jupe dan seabrek artis tanah air lainnya.

“Bertemu artis, sudah biasa, tetapi kan professional untuk kerja, kalau saya lagi malas mendatangi artis untuk di Molding, mereka yang datang ke rumah. Karena untuk membuat patung silikon yang menyerupai artis harus melakukan molding, agar patung sempurna menyerupai sang artis,” jelasnya.

Dari berbagai artis yang pernah dipegang, Kocom memiliki cerita tersendiri adalah sosok H. Rhoma Irama. Ketika itu 2014, Rhoma akan mencalonkan diri sebagai Presiden, dia syuting iklan sesuai dengan film suksesnya Satria Bergitar.

”Tetapi kan itu film, tahun 80-an, pak Haji, ingin dia terlihat seperti dalam film itu. Oleh semua hairstylist, penampilan diubah agar terlihat gagah ketika di atas kuda. Tetapi Rhoma tidak puas, karena jenggotnya, berbagai cara dilakukan tetapi tetap tidak mengubah penampilannya. Akhirnya sang produser memanggil untuk membuatkan jenggot. Alhamdulillah Pak Haji senang dengan karya saya, dan kembali semangat untuk syuting,” ceritanya memuji diri karena Jenggot Rhoma dibuat oleh anak lulusan SD.

Saat ini, kocom tengah menggarap project film yang dibintangi oleh Sujiwo Tejo, yang berjudul ‘Gundala’ dan saat ini masih proses syuting. dalam film itu, Sujiwo Tejo paparnya, berperan sebagai Kiwi Lawuk, pemilik ilmu rawarontek. Kocom saat ini tengah mengerjakan pembuatan kepala Kiwi Lawuk, atau Sujiwo Tejo dan badannya yang terpisah.

“Selain membuat patung silikon untuk film, Gundala. Saya juga lagi membuat patung Jeremy Thomas, guna keperluan syuting film ‘Mata Batin 2’. Soal harga untuk pembuatan kepala saja biasanya Rp6,5 juta, tentu harga akan beda kalau buat patung seluruh badan. Harga relatif sih mengikuti harga bahan baku, juga tergantung tingkat kerumitannya,” ungkap Kocom.

Dia dibantu oleh 12 orang anak kampung yang tidak mau bekerja sebagai petani dan memiliki jiwa seni tentunya, untuk pengerjaan patung silikon. 12 orang itu akan turun semua kalau ada project besar seperti pembuatan mobil tronton karena order mobil harus satu banding satu bentuknya. Untuk pembuatan patung biasanya menghabiskan waktu hingga dua minggu. Beda kalau mobil atau kereta bisa tiga bulanan.

Baca Juga
Lihat juga...