Datang ke Padang, ICOMOS Evaluasi TBBO

Editor: Mahadeva WS

185

PADANG – International Council on Monuments and Sites (ICOMOS), mengevaluasi keberadaan Tambang Batu Bara Ombilin (TBBO) di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Tambang tersebut menjadi, satu-satunya situs yang diusulkan pemerintah kepada UNESCO untuk ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia.

ICOMOS merupakan salah satu dari tiga organisasi penilai formal, yang diberi mandat oleh UNESCO, untuk mengevaluasi situs-situs yang diusulkan menjadi Warisan Budaya Dunia.

Kepala Dinas Kebudayaan Sumatera Barat, Gemala Ranti mengatakan, evaluasi akan dilaksanakan mulai Senin (3/9/2018) hingga 7 September mendatang. “Proses ini sudah berlangsung selama kurang lebih empat tahun, dan hari ini sampai tujuh September akan dievaluasi langsung oleh ICOMOS,” ungkapnya, Senin (3/9/2018).

Diharapkan, kegiatan tersebut menjadi evaluasi terakhir, dan situs (Tambang Batu Bara Ombilin), bisa segera ditetapkan sebagai warisan wisata dunia.

Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumatera Barat, Nurmatias mengungkapkan, Tim ICOMOS yang dikepalai Sarah Janes Brazil, akan mengunjungi sejumlah titik, yang terkait dengan seluruh proses produksi dan distribusi batu bara dan akses-akses transportasinya di dan dari, Kota Sawahlunto ke Teluk Bayur. “Jadi nanti ICOMOS akan kunjungi Silo Teluk Bayur, Stasiun Kayu Tanam, Jembatan Tinggi di perbatasan Kota Padang panjang-Kab. Padang Pariaman, Stasiun Solok, Sungai Lasi,” paparnya.

Nurmatias menjelaskan, alasan mengunjungi tempat-tempat tersebut karena memang ada di dalam usulan. Wilayah situs TBBO dikembangkan hingga ke luar Sawahlunto. Selain agar seluruh keunikan historis dan teknis TBBO dari hulu hingga hilir dapat tergambar dengan baik, dengan adanya penilaian secara menyeluruh, diharapkan manfaat dari penetapan situs TBBO sebagai Warisan Budaya Dunia dapat lebih luas.

Tidak hanya berdampak bagi Kota dan masyarakat Sawahlunto, namun juga bisa memberikan manfaat bagi Provinsi Sumatera Barat. “Karena kalau cuma buat Sawahlunto, belum berkontribusi ke Sumatera Barat. Ini yang coba kita upayakan. Mudah-mudahan tambang batu bara ini bisa dimanfaatkan untuk semua dan berkontribusi untuk kesejahteraan Sumbar,” tandasnya.

Atas dasar itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat diminta untuk membantu mengoordinasi kabupaten dan kota yang tercakup dalam kawasan TBBO, yaitu Kota Solok, Kabupaten Solok, Kabupaten Tanah Datar, Kota Padang Panjang, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kota Padang. “Kami harap Wakil Gubernur sebagai pemprov untuk mengoordinasikan kabupaten dan kota ini agar leading sektornya tak hanya Sawahlunto melainkan ke tujuh daerah ini karena telah menjadi bagian dari cagar budaya dunia,” harapnya.

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit berharap pemerintah provinsi maupun kabupaten dan kota, memberi dukungan penuh, agar TBBO benar-benar dapat menjadi salah satu Warisan Budaya Dunia yang diakui UNESCO. “Sawahlunto tentu tidak mungkin sendiri tanpa bantuan kabupaten dan kota tetangga. Dukungan kami harapkan, jika seandainya dipertanyakan tentang kesiapan ini, tentu kita membantu dan mendukung semua agar Ombilin ini jadi heritage pertama di Sumbar,” sebutnya.

Diharapkannya, PT Bukit Asam dan PT KAI Divre II dapat memberikan dukungan, dengan memberi keterangan teknis yang detail kepada Tim ICOMOS jika memang dibutuhkan. “Pasti nanti informasi akan diminta yang detail. Saya mohon dukungan kita semua,” ujarnya.

Sarah Janes Brazil menyebut, secara umum, penilaian TBBO akan dilakukan pada dua hal, otentisitas & pengelolaan situs dan teknologi yang digunakan. Hal itu akan menjadikan TBBO paling unik dibanding situs-situs lain di dunia. ICOMOS akan memusatkan perhatian pada aspek yang pertama, otentisitas dan pengelolaan. “Peran kami di sini adalah untuk melihat fakta-fakta di lapangan, pengelolaannya, pihak-pihak yang terkait, bagaimana koordinasinya dan telah sejauh mana, integritas, komitmen, otentisitas, melihat batasan-batasan daerahnya. Sementara untuk teknis penambangannya, untuk menilai teknologi yang digunakan yang membuatnya unik di antara situs lain di dunia akan dinilai oleh yang lain,” sebutnya.

Hasil penilaian ICOMOS, akan dijadikan pertimbangan utama UNESCO untuk memutuskan apakah TBBO patut ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia. “Saya menyadari penominasian ini merupakan komitmen dan pengerahan sumber daya dari banyak pihak. Saya harap setelah kunjungan singkat kami ini, saudara sekalian semakin dekat dengan tujuan dan situs ini menjadi waridan budaya dunia,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...