Delima, Si Hitam yang Memiliki Banyak Manfaat

Editor: Satmoko Budi Santoso

246

JAKARTA – Walaupun rasa buah Delima Hitam kalah manis jika dibandingkan Delima Merah tapi tidak membuat orang melupakan Delima Hitam. Ini karena Delima Hitam dipercaya memiliki banyak khasiat bagi kesehatan.

Manajer R&D Azis Natawijaya, M.Si menjelaskan, buah delima yang memiliki kulit berwarna ungu tua dipercaya masyarakat memiliki banyak khasiat untuk menyembuhkan beberapa penyakit. Bahkan ada beberapa daerah yang mempercayai, pohon Delima Hitam ini jika ditanam di pekarangan rumah dapat menolak bala.

“Rasa buahnya unik dan katanya bisa menyembuhkan rematik, gangguan perut, gangguan jantung, diabetes dan membersihkan kulit. Juga ada yang menggunakan untuk menghilangkan bau nafas tidak sedap akibat sariawan, gigi berlubang, gigi busuk maupun sakit tenggorokan,” kata Azis pada Cendana News, Jumat (28/9/2018).

Azis juga menambahkan, dengan adanya tanin pada kulit batang, daun dan kulit buah, maka rebusan delima yang berasa kelat ini, dapat menyembuhkan diare dan disentri.

Menurut data yang dikeluarkan Litbang Taman Buah Mekarsari, sebiji delima mengandung nutrisi 5 mg kalsium, 12 mg fosfor, 0,5mg zat besi, 5 mg natrium, 399 mg kalium, vitamin A, 6 mg vitamin C dan 2 mg magnesium.

Delima hitam atau Punica granatum, menurut Azis, termasuk jenis tumbuhan perdu yang berpotensi tumbuh hingga 5-8 meter pada dataran rendah.

“Pohon ini bertipe semak, berdaun kecil mengkilap dengan buah yang memiliki ukuran bervariasi, mulai dari seukuran bola pingpong hingga bola tenis.

Panen buah delima, menurut Azis, umumnya pada saat 5-7 bulan dari bunga mekar. Buah yang telah tua namun belum masak penuh, dapat bertahan hingga beberapa bulan dan secara perlahan akan masak bila disimpan di tempat yang dingin dan kering.

“Dengan perawatan yang baik, bibit Delima Hitam yang berasal dari hasil okulasi atau cangkok, dapat mulai berbuah saat berumur 1-2 tahun. Bila ingin memperbanyak delima dengan sifat sama seperti induknya, dapat dilakukan dengan stek batang. Kita bisa memilih batang yang berdiameter 6-8 mm yang berasal dari batang berumur sekitar satu tahun, lalu potong sepanjang 25 cm,” papar Azis.

Buah yang berasal dari Persia ini, saat ini sudah mulai jarang dijumpai. Tapi di Taman Buah Mekarsari, pengunjung dapat menemukan 5 varietas delima.

“Di Mekarsari, kami melakukan penanaman di dua medium, yaitu tanah dan pot. Budidaya di pot umumnya digunakan untuk memenuhi permintaan masyarakat perkotaan yang menjadikannya sebagai tanaman hias. Dan di dalam pot, delima juga lebih mudah untuk berbuah karena kebutuhan nutrisi dan pupuk lebih terpantau. Kalau di tabulampot, kami jual sudah ada buahnya,” kata Azis lebih lanjut.

Baca Juga
Lihat juga...