Desa Mandiri Lestari, Tingkatkan Kesejahteraan Warga Kedungkandang

Editor: Mahadeva WS

381
Manajer umum koperasi Desa Mandiri Lestari Kedungkandang, Arif Adi Rendra – Foto Agus Nurchaliq

MALANG – Hadirnya Program Desa Mandiri Lestari, di Kelurahan Kedungkandang, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, disambut antusias warga. Mereka menilai, program yang digagas Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) tersebut mampu memberikan dampak postif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Manajer Umum Koperasi Desa Mandiri Lestari Kedungkandang, Arif Adi Rendra menyebut, sejak akhir 2017 hingga saat ini, telah banyak yang dilakukan Damandiri melalui program Desa Mandiri Lestari di daerahnya. Mulai dari pemetaan masyarakat pra sejahtera, pemberdayaan masyarakat hingga pembangunan infrastruktur dan pemberian modal usaha. “Setidaknya saat ini sudah ada 10 rumah tidak layak huni yang selesai direnovasi melalui program bedah rumah. Targetnya bedah rumah dilakukan untuk 30 rumah,” jelasnya.

Program bedah rumah Damandiri merupakan program yang istimewa, karena pendekatan yang dilakukan tidak hanya pendekatan Aladin (Atap, lantai, dinding) atau infrastruktur rumahnya saja. Kegiatannya juga ditekankan kepada penerima manfaat harus produktif dan memiliki usaha.

“Jadi selain rumahnya di rehab, mereka juga dibantu rehab untuk tempat usaha. Yang mana besaran dana untuk rehab rumah Rp20 juta, untuk tempat usaha Rp2,5 juta dan untuk modal usaha Rp2,5 juta. Harapannya, ketika rumah sudah selesai di rehab dan permasalahan infrastrukturnya selesai, maka ekonominya juga harus ditunjang dengan adanya usaha,” tuturnya.

Bagi yang tidak dapat program bedah rumah, ada program pembuatan rombong usaha. Direncanakan dibuat 10 rombong, sebagai permulaan kegiatan warga. Mengenai investasi, masih menjadi hal yang sulit, dan perlu adanya kajian-kajian untuk mengedepankan potensi yang ada di Kedungkandang.

Investasi disini diartikan bukan dana hibah, tetapi dana yang harus dikembangkan dan diberdayakan tetapi bukan berupa simpan pinjam. “Contohnya rencana kedepan, berdasarkan masukan dari Damandiri, kami akan menggagas budidaya ternak kambing dengan model mitra desa atau kelompok, dimana masyarakat harus benar-benar bisa mengelola dana tersebut,” jelasnya.

kebutuhan Kambing di kota Malang saat ini cukup besar, dan kelurahan Kedungkandang punya potensi untuk dapat memenuhi kebutuhan pasokan kambing tersebut. Dari sisi permodalan juga tidak terlalu besar, sedangkan hasil yang diperoleh cukup besar. “Yang penting kita tinggal buat kandang dan tahu cara merawatnya. Selanjutnya setiap dua hingga tiga bulan sekali dengan bobot 15 Kilogram, kambing sudah bisa di jual,” ucapnya.

Disisi lain, mengenai hasil-hasil buah yang ada di Kedungkadang seperti nanas dan nangka, diarahkan untuk tidak di jual dalam bentuk buah. Tetapi bisa dijual dalam bentuk olahan, seperti keripik nangka atau keripik nanas. “Alhamdulillah kami mendapatkan bantuan dana untuk membangun taman baca di kawasan Rolak yang sengaja di konsep sebagai wisata edukasi agar bisa dijadikan sebagai tempat bermain dan pembelajaran bagi anak-anak,” sebutnya.

Rendra menyebut, program Desa Mandiri Lestari yang dihadirkan yayasan Damandiri, mendapat respon positif dari Pemerintah Kota Malang. “Dari pak Walikota Malang sendiri sudah menyatakan dukungannya pada program-program Damandiri, bahkan ikut memantau terlaksananya program Desa Mandiri Lestari di Kedungkandang,” ujarnya.

Baca Juga
Lihat juga...