Desainer Otty Gelar Fashion Show ‘Peduli Palu’

Editor: Koko Triarko

710
Desainer Otty Hari Chandra Ubayani –Foto: Akhmad Sekhu
JAKARTA – Otty Hari Chandra Ubayani, termasuk desainer yang aktif mengadakan fashion show, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Ia mampu mengelaborasi antara seni dan hiburan, dengan mengangkat desain dan motif lokal dari berbagai daerah, untuk diperkenalkan ke dunia.
Selain kreatif, Otty juga peduli dengan menggalang dana bantuan untuk meringankan beban dan penderitaan rekan-rekan sesama desainer yang telah terkena musibah dan bencana yang baru terjadi di Palu.
“Desain yang saya rancang kali ini, temanya adalah etnik tenun yang saya angkat dari berbagai daerah. Ada tenun dari NTT, ulos dari Medan, batik dari Jepara, dan macam-macam,“ kata Desainer Otty Hari Chandra Ubayani, kepada Cendana News, seusai fashion show desainnya dalam acara Pameran Kerajinan Nusantara ‘Kriyanusa’, di Jakarta Cenvention Center (JCC), Jakarta, Sabtu (29/9/2018).
Desainer yang berlatar pendidikan notaris ini memiliki OH Boutique yang turut mengikuti pameran ini. “Kita binaan dari Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) yang sering mengadakan pameran baik di dalam negeri maupun luar negeri, dipimpin Sofyan Wanadi,“ beber alumni Program Pendidikan Magister Kenotariatan FH Universitas Diponegoro Semarang ini.
Otty mengaku baru mengikuti acara Pameran Kerajinan Nusantara ‘Kriyanusa’ ini untuk kedua kalinya. “Tujuan saya ikut pameran ini, tentu untuk turut membina UKM yang ada di Indonesia,“ ungkapnya, yang pernah sukses menggagas iven bertajuk Gebyar Hari Ibu, mengangkat tema ‘Wanita Adalah Tulang Punggung Bangsa’.
Dari pengalaman menjadi desainer, Otty selalu mengikuti dinamika perkembangan desain yang sedang hit. “Pada fashion show hari ini, idenya mengangkat Palu yang baru saja terkena bencana gempa bumi dan tsunami, jadi tadi pada fashion show lagunya dari Palu,“ terangnya.
Strategi untuk memperluas pangsa pasar ke mancanegara, Otty aktif dalam Apindo dan berbagai organisai pekerja kreatif lainnya.
“Tadi, ada modelnya yang dari Usbekistan dan negara-negara Eropa lainnya, saya desain jaket dengan sulam-sulaman dan kristal yang bisa digunakan untuk party,” tuturnya.
Otty berharap, pemerintah turut berperan untuk dapat memajukan desain kain berbagai daerah yang begitu kaya desain dan motif. “Kita ingin mengangkat, agar lebih dikenal ke pasar desain internasional,“ harapnya.
Karena Palu terkena bencana, Otty mencoba untuk memotivasi masyarakat Palu untuk bangkit dari keterpurukan. “Ke depan, kita akan angkat dan bantu desainer Palu, agar tetap berkarya,“ tegasnya.
Otty merasa sangat khawatir dan prihatin sekali dengan teman-teman desainer dari Palu yang terkena bencana. “Semoga mereka baik-baik saja, dan saya selalu menghubungi mereka secara intens berkomunikasi mengenai berbagai kebutuhan apa yang diperlukan untuk kita bantu, agar dapat meringankan beban dan penderitaan mereka,“ tandasnya.
Baca Juga
Lihat juga...