Di Sela Ziarah, Adik Pak Harto Ceritakan Masa Kecil Mbak Tutut

Editor: Koko Triarko

1.573
YOGYAKARTA – Ada cerita menarik yang terjadi saat putri sulung Presiden Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana (Mbak Tutut), melakukan ziarah bersama rekan-rekan dan sahabat ke makam leluhur di Dusun Kemusuk, Argomulyo, Sedayu, Bantul, Kamis (13/9).
Mbak Tutut Soeharto nampak sempat dibuat tersipu malu, saat berada di makam Pule Rejo, lokasi disemayamkannya Eyang putrinya, Soekirah (alm), yang tak lain adalah Ibunda Pak Harto. Seusai memanjatkan doa dan tabur bunga, Mbak Tutut ditemani bibinya, Ny Bress Soehardjo, sempat menjelaskan silsilah keluarga ayahnya Pak Harto kepada rekan-rekannya.
Pada momen itulah, Ny Bress yang merupakan adik terkecil Pak Harto, juga sempat menceritakan kehidupan Mbak Tutut semasa kecil. Ny Bress yang memiliki nama kecil Noek Bressinah, memang dikenal sangat dekat dengan Mbak Tutut. Pasalnya, sejak kecil ia sudah ikut keluarga Pak Harto, sehingga selalu bersama-sama dengan Mbak Tutut.
Siti Hardijanti Rukmana (Mbak Tutut Soeharto), bersama Ny. Bress Soehardjo dan rekan saat berziarah. -Foto: Jatmika H Kusmargana
“Mbak Tutut ini semasa kecil pintar sekali. Belajar apa pun cepat paham, cepat bisa. Kadang kalau sedang belajar bersama-sama, dan diminta menghafal dia yang paling cepat bisa. Makannya, kalau diajak belajar bersama, saya kadang bilang, ‘Ah gak mau. ah,” ujarnya di hadapan rekan-rekan Mbah Tutut, penuh canda tawa.
Mendengar cerita itu, Mbak Tutut nampak tersipu dan ikut tertawa bersama rekan-rekan dan sahabatnya. Ia bahkan sempat menyembunyikan dirinya di belakang tubuh bibinya sambil tertawa, yang menunjukkan kedekatan di antara keduanya.
Mbak Tutut dan Ny Bress, diketahui memiliki umur yang tak terpaut jauh. Hanya selisih beberapa tahun saja.
Dalam kegiatan ziarah di Yogyakarta pada Kamis kemarin, Mbak Tutut datang bersama rekan-rekan dan sahabatnya ke sejumlah makam leluhurnya di Dusun Kemusuk, Argomulyo, Sedayu, Bantul. Di antaranya di Makam Pule Rejo, Makam Somenggalan dan Makam Sikepoh
 Mbak Tutut bersama rombongan juga mengunjungi Memorial Jenderal Besar HM Soeharto yang berada tak jauh dari lokasi.
Pengelola Memorial Jenderal Besar HM Soeharto, Gatot Nugroho, menyebut ini merupakan kali kedua Mbak Tutut berkunjung ke Memorial HM Soeharto setelah peresmian pada 2013, lalu. Dalam kesempatan kali ini, Mbak Tutut bersama rekan-rekannya sempat mengelilingi miseum untuk melihat kembali sejarah perjuangan Pak Harto.
“Tadi Mbak Tutut sempat tergugah kembali memorinya. Karena kan beliau mengalami sendiri sejumlah peristiwa yang dijelaskan di museum ini. Misalnya, saat peristiwa Serangan Umum 1 Maret atau Trikora,” ujarnya.
Baca Juga
Lihat juga...