Dientaskan, Anak Jalanan di Padang Diberi Pelatihan Kemiliteran

Editor: Mahadeva WS

176

PADANG – Tidak ada rasa takut dan cemas yang terpancar dari raut wajah puluhan anak jalanan, saat menerima pembinaan serta pelatihan dari anggota Batalyon Infanteri 133/Yudha Sakti, Padang, Sumatera Barat.

Yang terlihat, wajah semangat dan ceria, untuk mengikuti berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan selama enam hari mulai 25 hingga 30 September 2018. Para anak jalanan tersebut mendapatkan pelatihan disiplin kemiliteran seperti baris berbaris.

Mereka terlihat cukup mengerti dengan diinstruksikan yang diberikan. Tampak tidak ada rasa kaku untuk melakukan gerakan baris-berbaris. Bahkan bisa dikatakan, memiliki gerakan sempurna, sehingga membuat kagum para tamu yang hadir saat pembukaan kegiatan pelatihan, Selasa (25/9/2018).

“Ini merupakan bentuk kepedulian kita kepada generasi penerus bangsa. Dan, sudah menjadi kewajiban negara untuk membantu mereka dengan memberikan pembinaan dan pelatihan. Sehingga, mereka tidak lagi berada di jalanan,” ujar Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah, didampingi Kepala Dinas Sosial Kota Padang, Amasrul usai pembukaan pelatihan.

Pelatihan untuk anak jalanan tersebut, adalah kegiatan kedua yang telah dilakukan Pemko Padang. Sebelumnya, sudah ada satu kelompok anak jalanan yang diberikan pembinaan di Batalyon Infanteri 133/Yudha Sakti. “Kita Pemko Padang telah bekerjasama dengan TNI, untuk memberikan pembinaan dan pelatihan kepada anak jalanan ini. Apalagi, ini merupakan tanggung jawab kita bersama,” tandasnya.

Pelatihan sesi kedua kali ini, diikuti 20 anak jalanan. Mereka tidak hanya berasal dari Kota Padang, ada yang berasal dari luar Kota Padang. “Jadi, mereka ada yang berasal dari luar Padang juga, tapi sebelumnya kita telah diberi izin orang tua mereka,” ujarnya.

Dinas Sosial Kota Padang mencatat, peserta pelatihan angkatan pertama, saat ini ada yang telah sukses membuka usaha sendiri. Mereka yang telah berhasil tersebut, ada yang telah datang kembali untuk mencari pelatih sekedar ingin mengucapkan terimakasih.

Mahyeldi menyebut, orang tua harus terus memberikan perhatian kepada anak-anaknya. Sehingga, anak-anak tidak ada yang salah pergaulan, dan tidak ada yang hidup dijalanan. “Tempat mereka bukan di jalanan. Mereka itu penerus bangsa sehingga mesti berada di tempat istimewa,” tandasnya.

Komandan Batalyon Infanteri 133/Yudha Sakti Padang, Letkol Inf Endik Hendrasandi mengatakan, pembinaan dan pelatihan yang diberikan kepada anak jalanan tersebut, tidak semuanya bersifat militer. Yang diberikan lebih kepada hal-hal dasar kemiliteran, untuk membentuk kedisiplinan. “Jadi, pendidikan dasar kemiliteran saja yang diberikan. Tidak ada pendidikan yang berat-berat. Mereka hanya diajarkan yang dasar-dasar saja, diantaranya pelatihan baris-berbaris, PBB, cara ucap, menjawab salam dan yel-yel ala militer,” tandasnya.

Peserta pelatihan juga diajarkan pembentukan jiwa korsa kemiliteran, untuk membangun rasa kebersamaan. “Senang sama senang. Sakit sama sakit. Jika satu orang buat salah, maka keseluruhan akan ditegur. Jadi ini akan membentuk kebersamaan. Saling bahu-membahu satu sama lain,” tambahnya.

Tidak hanya dibentuk kedisiplinannya, mereka juga diajarkan keterampilan dan kesenian. “Mereka yang suka seni, kita arahkan untuk berkesenian, punya bakat keterampilan begitu juga. Jadi, selesai pembinaan dan pelatihan mereka sudah terbentuk memiliki kedisiplinan dan kreativitas sehingga tidak akan berpikir lagi untuk kembali ke jalanan,” tuturnya.

Jika ada dari anak jalanan tersebut ingin melanjutkan sekolah. Negara akan menyiapkan beasiswa, agar bisa kembali bersekolah. Begitu juga jika mereka ingin berusaha, akan diberikan modal usaha.  “Jadi, kita ingin generasi penerus bangsa ini tidak terlantar dijalanan. Namun, mereka berguna bagi bangsa dan negara. Setelah pembinaan dan pelatihan di Batalyon ini mereka bukan lagi anak jalanan. Tapi, mereka telah menjadi putra Yudha Sakti,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...