Dinas Damkar Kota Bekasi, Darurat Alat Pemadaman

Editor: Satmoko Budi Santoso

346

BEKASI – Kepala Dinas Pemadaman Kebakaran (Damkar), Kota Bekasi, Aceng Solahuddin, menyebut pihaknya krisis dan darurat alat pemadaman. Urgen dibutuhkan selain kendaraan adalah selang dan Alat Pengaman Diri (ADP).

“Dukungan, kelengkapan kerja seperti kendaraan, ADP dan selang kondisinya bisa dibilang darurat. Tanpa itu pasukan pemadam kebakaran tidak bisa berbuat apa pun. Ibaratkan, pasukan perang tanpa senjata,” Kata Aceng, sapaan akrab, mantan Asisten Daerah bidang ekonomi, Kamis (13/9/2018).

Kepala Dinas Pemadaman Kebakaran (Damkar), Kota Bekasi Aceng Solahuddin – Foto Muhammad Amin

Dikatakan, jumlah pasukan dan alat pemadam kebakaran di Dinas Damkar, kondisinya berbanding lurus. Pasukan pemadam mencapai 2 kompi, jumlah itu setara dengan 450 anggota. Dari masing-masing kompi terdiri dari 8 pleton. Artinya tukas Aceng, kekuatan Damkar sudah cukup besar.

“Tentu itu juga dibarengi dengan tren peningkatan pelayanan, dimana waktu tanggap (response time) atas seluruh kejadian kebakaran di wilayah Kota Bekaso, tertangani dengan maksimal, 15 menit langsung petugas berada di lokasi guna penanganan,” papar Aceng.

Namun demikian, tentu masih ada sebagian kecil wialayah dalam penanganan belum maksimal seperti di perkampungan terpencil atau kawasan yang padat penduduk. Hal itu, sambungnya, karena keterbatasan alat yang dimiliki.

Lebih lanjut disampaikan, response time 15 menit itu, harusnya didukung kendaraan memadai. Karena petugas pemadam kebakaran, akan kesulitan jika terjadi dua kasus kebakaran dengan lokasi berbeda. Apalagi sampai tiga lokasi secara berbarengan, maka petugas akan kewalahan dengan peralatan yang ada sekarang.

“Jumlah kendaraan sekarang ada 14 unit, jumlah itu jauh dari ideal, dengan jumlah pasukan mencapai 450 orang pasukan pemadam, harusnya kendaraan 70 unit,” tegasnya.

Diakuinya, kondisi kendaraan yang dimiliki Damkar saat ini, sudah memasuki usia uzur, tetapi tetap dimaksimalkan untuk pelayanan di lapangan. Artinya, Damkar hanya bekerja dengan alat seadanya, tetapi tetap dituntut profesional dan maksimal di lapangan.

Aceng menjelaskan, beberapa sektor yang telah disiagakan seperti Kecamatan Jati Sampurna, Mustikajaya, Bekasi Barat, Selatan, dan Kecamatan Bekasi Utara. Hanya yang belum ada di Kecamatan Bantargebang dan Pondokgede.

Idealnya, 12 sektor setiap kecamatan satu sektor untuk disiagakan Damkar. Tetapi keterbatasan Armada hanya ada 14 unit, sedangkan pasukan 450 tidak sebanding.

“Harapannya dalam rangka memaksimalkan pelayanan dan peningkatan tugas darurat Damkar, meminta kepada TAPD, dapat membantu peningkatan tugas darurat di pemadam. Harusnya Damkar Kota Bekasi saat ini memiliki 70 unit kendaraan,” pungkasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.