Dinkes Sumbar Optimalkan Peran Puskesmas Jangkau Daerah Terpencil

Editor: Koko Triarko

955
Kepala Dinas Kesehatan Pesisir Selatan Satria Wibawa/ Foto: M. Noli Hendra 
PESISIR SELATAN – Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat, yang berada di sepanjang pantai yang membentang ke arah Samudera Hindia, masih memiliki  sejumlah daerah yang tergolong daerah tertinggal dan sulit dijangkau. Namun, terkait pelayanan kesehatan tetap menjadi prioritas di daerah setempat.
Kepala Dinas Kesehatan Pesisir Selatan, Satria Wibawa, mengatakan pihaknya berupaya meningkatkan pelayanan dan sosialisasi kesehatan yang menyentuh langsung seluruh masyarakat hingga ke kampung-kampung terpencil di Kabupaten Pesisir Selatan.
Menurutnya, strategi yang dilakukan untuk mencapai daerah terpencil itu, dengan mengerahkan seluruh petugas Puskesmas. Para petugas diminta melakukan pelayanan kesehatan secara optimal kepada seluruh masyarakat. Begitu juga dengan bidan yang berada di pusat kesehatan nagari, diminta berperan aktif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
“Kita tidak ingin ada istilah pilih-pilih pelayanan kesehatan, kondisi geografis yang membuat ada beberapa daerah terpencil di Pesisir Selatan, bukan berarti tidak bisa dijangkau. Jadi, caranya kita di Dinkes itu setiap Puskesmas dituntut untuk memiliki pelayanan unggulan yang berakses langsung ke masyarakat. Seperti pelayanan kesehatan terhadap beberapa penyakit yang rawan terjadi pada masing-masing daerah kerja Puskemas tersebut,” katanya, Jumat (14/9/2018).
Ia menyebutkkan, saat ini setiap kecamatan telah memiliki Puskesmas, baik Puskesmas Rawat Jalan maupun Puskesmas Rawat Inap. Sementara Pusat Kesehatan Pembantu (Pustu) juga tersebar di 15 kecamatan yang ada. Di sisi lain, kualitas sumberdaya tenaga medis terus ditingkatkan, melalui pendidikan dan pelatihan.
“Kalau untuk hal itu, sangat penting dilakukan, sehingga pelayanan kesehatan pada masyarakat semakin optimal,” ujarnya.
Kendati demikian, Satria Wibawa mengakui Dinkes Pesisir Selatan hendaknya tetap konsentrasi membenahi dan memperkuat fungsi Puskesmas yang ada di setiap kecamatan.
Langkah-langkah yang dilakukan adalah meningkatkan disiplin aparatur, pelayanan medis, penyuluhan kesehatan masyarakat, pembenahan dan kebersihan lingkungan Puskesmas dan lainnya.
Untuk itu, fungsi Puskesmas harus diperkuat, baik dari sisi aparatur maupun pelayanan medis. Namun, tentu harus didukung dengan anggaran yang memadai, sehingga fungsi tadi dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Satria Wibawa juga mengatakan, program strategis yang dilakukan adalah menyiapkan Puskesmas unggulan. Setiap Puskesmas memiliki pelayanan unggulan yang berakses langsung ke masyarakat, seperti pelayanan kesehatan terhadap DBD, Malaria, penyakit paru-paru, jantung, lansia dan lainnya.
Selain itu, Pemkab melalui dinas terkait hendaknya terus membenahi dan memperkuat fungsi seluruh pusat kesehatan masyarakat (Puskemas) yang ada, sebagai garda terdepan dalam melakukan pelayanan kesehatan di kecamatan.
“Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan kepada masyarakat di kecamatan, fungsinya harus diperkuat, baik dari sisi aparatur maupun pelayanan medis,” katanya.
Menurutnya, alasan perlu diperkuatnya layanan kesehatan di daerah itu, karena jarak Rumah Sakit Umum Daerah  (RSUD) dengan sejumlah kecamatan yang ada di Pesisir Selatan cukup jauh. Untuk itu, pelayanan dari tingkat Puskesmas, mulai dari fasilitas dan tenaga medis perlu diberikan semaksimal mungkin. Seperti adanya rawat inap dan tenaga dokter yang ahli.
Baca Juga
Lihat juga...