Diprediksi Produksi Ikan di Kulon Progo, Turun Signifikan

127
Ilustrasi -Dok: CDN
YOGYAKARTA – Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo, memprediksi produksi ikan budi daya triwulan ketiga akan turun lebih 30 persen, akibat dimatikannya saluran irigasi Kalibawang dari 15 April sampai Agustus 2018.
Kepala Bidang Budi Daya Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulon Progo, Leo Handoko, mengatakan pusat budi daya ikan yang terkena dampak dimatikannya saluran irigasi Kalibawang, yakni Kecamatan Kalibawang, Nanggulan, Girimulyo, Sentolo dan Panjatan.
“Produksi ikan budi daya ikan di Kulon Progo pusatnya di kecamatan tersebut. Kalau tidak ada air, maka dipastikan produksi ikan akan turun lebih dari 50 persen. Saat ini, kami masih melakukan pemantauan dan penghitungan produksi ikan di wilayah terdampak dimatikannya irigasi Kalibawang,” kata Leo, Senin (24/9/2018)
Ia mengatakan, jaringan irigasi Kalibawang sangat vital bagi budi daya perikanan, khususnya ikan bersisik seperti nila dan gurami yang membutuhkan air secara berkala. Untuk itu, DKP melarang pembudi daya sementara waktu tidak membudidayakan jenis ikan tersebut.
“Sejak Juni, kolam ikan di wilayah terdampak dimatikannya saluran irigasi Kalibawang, kolam dikosongkan,” katanya.
Leo mengatakan, ada pun produksi ikan di Kulon Progo triwulan kedua sebanyak 3.577,5 ton, terdiri dari produksi lele sebanyak 1.292,7 ton, gurami 511,2 ton, nila 197,9 ton, dan udang vaname 1.566,6 ton.
“Wilayah dengan tingkat proksi paling tinggi, yakni Kecamatan Wates, Temon, Galur dan Panjatan,” katanya.
Sementara itu, Kepala DKP Kulon Progo, Sudarna, mengakui dampak dimatikannya saluran irigasi Kalibawang menyebabkan pembudi daya ikan di Kecamatan Kalibawang, Nanggulan, Girimulyo, Sentolo, dan Pengasih tidak bisa menenar benih.
Hal ini karena mereka tidak memiliki alternatif pasokan air. Penutupan saluran irigasi Kalibawang ini sudah sering terjadi dalam beberapa tahun belakangan. Saat ini, ada ratusan pompa air yang telah dibantukan kepada pembudi daya ikan.
“Untuk itu, kami memiliki program bantuan pompa air kepada pembudi daya ikan. Sehingga, yang bersangkutan dapat menggunakan air dari sumur dalam. Kami berharap, dampak penutupan saluran irigas Kalibawang tidak signifikan,” kata Sudarna. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...