DKPKP Gianyar Galakan Alat Tangkap Ramah Lingkungan

Editor: Mahadeva WS

162

GIANYAR – Prospek perikanan tangkap, khususnya lobster di Kabupaten Gianyar cukup menggiurkan. Untuk menjaga kelestariannya, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan (DKPKP) Gianyar menggelar Bimbingan Teknik (Bimtek) penggunaan alat tangkap ramah lingkungan.

Selain persediaan yang mencukupi, harga lobster di pasaran sangat menggiurkan. Lobster mutiara, harga di pasarannya bisa mencapai Rp500 ribu hingga Rp700 ribu per kilogram. Menyikapi hal tersebut, agar produksi lobster terus melimpah, nelayan diminta untuk menangkap lobster dengan bijak dan tidak merusak lingkungan. Hal tersebut menjadi perhatian dari Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan (DKPKP) Gianyar.

DKPKP Gianyar menyikapi hal tersebut dengan melakukan Bimbingan Teknis (bimtek), pembuatan alat tangkap bubu lipat ramah lingkungan. Kabid Perikanan Tangkap DKPKP Gianyar, Ir. Ni Made Jepun mengatakan, kebijakan pembangunan di bidang kelautan dan perikanan ditekankan pada program perikanan yang berkelanjutan.

“Program ini telah diimplementasikan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan diberlakukannya Moratorium Ijin Usaha Penangkapan Ikan untuk kapal kapal berukuran lebih besar dari 30 Gross Tonnage dan pemberlakukan peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 2 tahun 2015 tentang Pelarangan Pengoperasian Alat Tangkap Pukat Tarik dan Pukat Hela,” kata Ir. Ni Made Jepun Rabu (5/9/2018).

Pemberlakukan kedua kebijakan tersebut, merupakan upaya pelestarian sumber daya alam perairan, sekaligus upaya recovery sumberdaya perairan yang telah mencapai ambang batas kepunahan. Di jangka pendek, dampak dari kedua kebijakan tersebut adalah, nelayan yang menggunakan alat penangkapan ikan yang dilarang oleh kedua Permen KP No.2/2015, mendapatkan solusi, sehingga dapat melaut dengan menggunakan alat tangkap yang selektif dan ramah lingkungan.

Khusus untuk lobster, berdasarkan data di 2017 produksinya mencapai 10,8 ton per tahun. Nelayan lobster di kecamatan Gianyar ada enam kelompok, Kecamatan Blahbatuh tiga kelompok dan di Kecamatan Sukawati ada tiga kelompok, selama ini menggunakan alat tangkap bubu untuk menangkap lobster. Sementara nelayan di Br. Kubur Kecamatan Sukawati, menggunakan jaring klitik atau dikenal dengan istilah jaring udang.

“Melihat produksi lobster yang cukup banyak dan harga yang menggiurkan, kami berupaya mendorong produksi nelayan dengan mengadakan pelatihan pembuatan bubu alat tangkap yang ramah lingkungan, sehingga hasil yang didapat cukup banyak dengan tidak merusak sumber daya alam perairan,” tegas Ni Made Jepun.

Salah satu narasumber bimtek, Ir. Yohanes Bangkit menjelaskan, alat penangkap ikan ramah lingkungan seperti bubu masih, sangat mungkin untuk dikembangkan. Seperti yang dilakukan dengan Teknologi Inovasi Pembuatan Bubu Lipat.  Keunggulan teknologi penangkapan ikan dengan bubu, keuntungannya yaitu, penempatan alat mudah, pengoperasian mudah, mutu hasil tangkapan baik dan dapat dioperasikan di tempat tempat yang alat penangkap ikan lain tidak dapat dioperasikan.

Selain itu bubu lipat juga cukup efektif, karena hanya menangkap ikan yang menjadi target penangkapan. Alat tersebut juga lebih efisien dibandingkan dengan bubu konvensional. “87,5% lebih efisien karena bisa dilipat,” pungkasnya.

Baca Juga
Penyelundupan Lobster, Kedepankan Upaya Pencegahan BONTANG  - Penyuluh Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), David Indra, menyatakan, sosialisasi dan pemberian pemahaman secara terus mene...
Nelayan Bali Sukses Budi Daya Kepiting di Hutan Ma... BADUNG - Pemanfaatan Mangrove sebagai tempat budi daya kepiting, memang cukup menjanjikan. Seperti yang dilakukan oleh Kelompok Nelayan Wanasari, di D...
Cuaca Membaik, Untungkan Pencari Gurita di Bali Se... BADUNG - Para pencari gurita di Kampung Nelayan Kedonganan, Desa Kelan, Kecamatan Kutai, Badung, tampak sumringah. Hal ini disebabkan oleh membaiknya ...
Nelayan Bali Belum Mampu Operasionalkan Kapal Besa... DENPASAR - Produksi ikan, baik ikan air asin dan tawar di Bali, sangat minim. Data dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, produksi ikan laut...
Badung Lirik Potensi Perikanan Darat BADUNG --- Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, melirik potensi sektor perikanan darat yang produknya kini semakin banyak diserap industri kuliner. "...
Pemkab Badung Lirik Potensi Perikanan Darat BADUNG  - Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, melirik potensi sektor perikanan darat yang produknya kini semakin banyak diserap industri kuliner. "P...
Nelayan Lebak Diminta Lestarikan Populasi Benur Lo... LEBAK – Nelayan pesisir selatan Kabupaten Lebak, Banten diminta melestarikan populasi benur (benih) lobster dan tidak melakukan penangkapan. Bagi yang...