Dua Oknum Pengawas PAUD di Jember Terjaring OTT Pungli

Editor: Mahadeva WS

316

JEMBER – Dua oknum penilik, atau pengawas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Jember, Jawa Timur, terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Tim Saber Pungutanb Liar (Pungli). Keduanya nekat melakukan pungli, terhadap dana bantuan layanan khusus, di lembaga PAUD yang menerima bantuan tersebut.

Kedua tersangka tersebut adalah, oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Jember, berinisial S dan R. Mereka berdua, selama ini bertugas sebagai penilik sekolah di lembaga PAUD yang ada di Jember.

Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo mengatakan, OTT oleh Tim Saber Pungli Jember terhadap kedua oknum pengawas PAUD tersebut, berawal dari laporan warga. Keduanya dilaporkan, memungut dana bantuan Layanan Khusus (LK) untuk PAUD, sebesar 15 persen dari total nilai bantuan. “Bantuan yang diberikan ini besarnya Rp25 juta, kemudian diminta 15 persen. Total ada uang sebesar Rp7,2 juta yang berhasil kami amankan,” kata Kusworo, Jumat (7/9/2018).

Tersangka menggunakan istilah uang lelah, sebagai modus melakukan pungli. Pengawas yang mempunyai tugas menilai dan menentukan kondisi lembaga PAUD, bisa memutuskan lembaga mana yang berhak menerima bantuan, yang bersumber dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tersebut.“Di situlah peran penting mereka, sehingga dengan mudahnya melakukan pungli terhadap sekolah yang dapat dana bantuan LK,” tambahnya.

Saat ini kepolisian bersama Kejari Jember masih melakukan pendalaman kasus tersebut. Tidak tertutup kemungkinan akan muncul tersangka baru. “Kalau mereka mengatakan, ada pihak lain yang menerima dana tersebut, maka akan kami tetapkan tersangka lagi,” tandasnya.

Sekretaris Dispendik Kabupaten Jember, Ghozali mengatakan, program LK tersebut ditujukan untuk pengembangan lembaga PAUD yang berada di daerah terpencil. Proses pengajuan dan persetujuannya langsung dilakukan oleh Kemendikbud. “Pengajuan dan persetujuannya itu langsung. Tapi biasanya ada rekomnedasi dari DPRD juga bisa,” ujarnya.

Bantuan LK, juga dapat digunakan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar dan pendaftaran siswa baru. Di Jember terdapat empat lembaga yang berhasil mendapat bantuan LK dari Kemendikbud di tahun ini. “Bantuan ini setiap tahun ada. Tahun ini ada empat yang dapat,” ungkapnya.

Secara kelembagaan, Ghozali menegaskan, pihaknya menyerahkan penanganan kasus tersebut sepenuhnya kepada polisi dan kejaksaan. Kasus tersebut juga telah dilaporkan kepada Bupati Jember dan akan diproses sesuai aturan yang berlaku. “Pemkab juga sudah tahu. Nanti inspektorat akan bergerak dan memproses sesuai aturan,” pungkasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.