hut

Faktor Tata Kota, Sistem Zonasi Sulit Diterapkan di Yogya

Editor: Satmoko Budi Santoso

Ilustrasi - Dok CDN

YOGYAKARTA – Penerapan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dinilai sulit diterapkan di sejumlah daerah dengan tata kota serta setting pendidikan yang telah lama terbentuk, seperti misalnya kota Yogyakarta.

Andil pemerintah kolonial Belanda sekitar tahun 1755, membuat Kota Yogyakarta dibangun dengan konsep infrastruktur yang terpusat di salah satu wilayah, yang saat ini biasa disebut Kotabaru.

Meski memiliki luas wilayah yang relatif sempit, namun Kecamatan Kotabaru selama ini dikenal sebagai pusat kegiatan ekonomi, pemerintahan serta pendidikan.

Di wilayah Yogya bagian utara ini, banyak terdapat gedung-gedung perkantoran, rumah sakit, hingga sekolah-sekolah unggul baik tingkat SD, SMP hingga SMA. Sampai saat ini saja sedikitnya, terdapat 2 SMP Negeri favorit dengan daya tampung yang tergolong besar di wilayah Kotabaru.

Kepala Bidang Pembinaan SD, Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Rochmat – Foto: Jatmika H Kusmargana

Padahal wilayah ini dikenal memiliki jumlah penduduk yang relatif kecil, karena mayoritas merupakan para pendatang dari daerah lain.

“Memang konsep Kotabaru itu merupakan wilayah pusat pendidikan sehingga banyak dibangun sekolah dan lainnya. Sedangkan di wilayah Yogya bagian selatan seperti Kecamatan Umbulharjo, diperuntukkan sebagai kawasan pertanian. Di situ memang tidak dibangun sekolah,” kata Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Rochmat.

Kondisi sebaran sekolah di kota Yogyakarta yang tidak merata ini, dikatakan berbeda dengan daerah lain, misalnya kabupaten di DIY seperti Bantul atau Kulon Progo. Hampir di setiap satu wilayah kecamatan di kabupaten tersebut, terdapat sekolah milik pemerintah di setiap jenjang.

“Karena itu, sistem zonasi dalam PPDB akan sulit bila diterapkan di kota Yogya. Dengan luas wilayah yang relatif tidak terlalu besar, sebenarnya kan tidak masalah tanpa memakai sistem zonasi,” katanya.

Sesuai ketentuan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang dituangkan dalam Permendikbud Tahun 2018, setiap proses PPDB di daerah memang diharuskan menerapkan sistem zonasi.

Kebijakan sistem zonasi ini diterapkan dalam PPDB dengan sejumlah tujuan. Mulai dari memudahkan orang tua dan siswa menuju lokasi sekolah, menghemat biaya transportasi, mengefektifkan komunikasi orang tua dan sekolah hingga mendorong agar masyarakat memiliki rasa kepedulian lebih terhadap sekolah.

“Akibatnya dalam PPDB sistem zonasi lalu, banyak masalah muncul. Seperti misalnya banyak siswa yang tidak diterima di sekolah negeri. Itu terjadi karena tata kota di sejumlah wilayah, akibat sebaran lokasi sekolah yang tidak merata,” katanya.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com