Festival Pesona Lokal, Ragam Masakan Tengkleng, Ikonik Solo

Editor: Satmoko Budi Santoso

315

SOLO – Kota Solo Jawa Tengah sebagai salah satu kota tujuan wisata kuliner memiliki banyak masakan khas tradisional. Salah satu kuliner yang menjadi pesona lokal di Solo adalah tengkleng yang merupakan masakan khas menyajikan sensasi masakan daging kambing yang masih melekat di tulang.

Tak kurang dua puluh peserta hadir. Memeriahkan lomba masak tengkleng yang merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam Festival Pesona Lokal. Lomba kreasi tengkleng ini pun melahirkan beragam masakan dengan selera Nusantara dan kekinian. Seperti adanya Tengkleng Bakar Oriental, Tengkleng Gongso, Tengkleng Original Solo hingga Tengkleng Rendah Kolestorol.

“Untuk kali ini saya memilih memasak tengkleng bakar oriental. Kreasi masakan disesuaikan dengan era milenial saat ini. Banyak anak muda yang ingin adanya sensasi baru saat menikmati masakan tengkleng,” kata salah satu peserta Heri Suwanto di sela-sela lomba yang diselenggarakan di De Tjolomadoe, Colomadu, Karanganyar, Solo, Jawa Tengah, Minggu (9/9/2018).

Nuryati dengan kreasi tengkleng yang dipadukan dengan jantung pisang sebagai tengkleng rendah kolesterol – Foto Harun Alrosid

Menurut Heri untuk membuat tengkleng bakar oriental tidak terlalu sulit karena hampir sama dengan memasak tengkleng pada umumnya. Hanya saja dalam penyajian tengkleng bakar oriental dibuatnya hampir menyerupai steak tengkleng baberque. “Bumbunya sama, seperti bawang merah, bawang putih dan lain sebagainya. Kemudian kita padukan dengan saos asam manis. Jadi hampir sama dengan baberque,” urainya.

Tengkleng bakar oriental hasil kreasinya memiliki keunikan tersendiri. Selain lebih segar, penyajian tengkleng bakar yang dipadu dengan saos asam manis terlihat lebih oriental dan menarik bagi generasi muda.

Kreasi ini muncul untuk menjawab permintaan pelanggan yang sering kali bosan dengan masakan tengkleng pada umumnya. “Kenapa tengkleng, karena bahannya juga mudah. Masakan ini telah menjadi salah satu menu favorit di warung kami,” kata pemilik warung tengkleng Pak Brewok yang berada di Jalan Mangesti, Gentan, Sukoharjo.

Tak kalah menariknya kreasi masakan tengkleng yang disajikan oleh ibu-ibu perwakilan dari pegawai Kecamatan Colomadu Karanganyar. Kelompok ini memilih masakan tengkleng yang dipadukan dengan sayur jantung pisang yang banyak dijumpai di kebun-kebun atau persawahan. Bahkan masakan tengkleng yang dipadu dengan jantung pisang dikatakan sebagai masakan tengkleng yang rendah kolesterol.

“Ini kenapa kita padukan dengan sayur tuntut (jantung pisang), karena pertama di sini melimpah dan jarang digunakan. Sayang kan kalau jantung pisang hanya dibuang. Nah berawal dari situ muncul ide untuk bisa dipadukan dengan tengkleng. Apalagi rasa jantung pisang ini kalau dimasak hampir menyerupai daging,” ucap Nuryati mewakili dua rekan lainnya yang menjadi peserta lomba.

Hasil kreasi ini dikatakan Nuryati sebagai masakan tengkleng paling aman bagi pecinta masakan daging kambing namun khawatir soal kolesterol. Sebab, selain dipadu dengan sayur jantung pisang, tengkleng yang satu ini disajikan menggunakan semangka yang telah diambil dagingnya sebagai pengganti mangkok ataupun piring.

“Kami menggunakan semangka, sehingga bisa mengurangi kandungan kolestoral sekaligus bisa lebih segar. Jadi aman. Mereka yang sudah usia lanjut bisa tetap makan tengkleng. Mudah-mudahan kreasi ini bisa menjadi selera nusantara karena memanfaatkan potensi yang ada di sekitar kita,” ungkapnya .

Penyelenggara acara, Head of Brand and Communication Adira Finance, Wirdati Handayani, mengatakan, tengkleng merupakan kuliner ikonik di Kota Solo yang diharapkan bisa dinikmati siapa saja. Melalui Festival Pesona Lokal, tengkleng dapat dikreasikan sesuai pasar, baik nasional maupun internasional.

“Kami ingin semua makanan ikonik di tiap-tiap daerah dapat dikreasikan sehingga mampu dinikmati tidak hanya masyarakat setempat namun wisatawan nasional maupun manca negara. Oleh karena itu kreasi yang disajikan juga harus bisa dinikmati kaum milenial,” tandasnya.

Selain kreasi masakan tengkleng, Festival Pesona Lokal di Solo juga menampilkan berbagai potensi daerah yang ada di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Festival Pesona Lokal diawali dengan karnaval yang dibuka oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Bupati Karanganyar Juliatmono.

Tak kurang 4000 peserta baik dari masyarakat umum, karyawan, serta komunitas menampilkan berbagai keunggulan potensi masing-masing daerah. Seperti batik dari Pekalongan, seni kerajinan gerabah, kesenian tari dan potensi lokal lainnya.

 

 

Baca Juga
Lihat juga...